Tips busana untuk wanita berjilbab oleh Ikatan Perancang Busana Muslim Jawa Barat
Saat ini begitu banyak wanita Islam yang mengenakan busana muslimah. Mulai dari model-model sangat sederhana dan tanpa membentuk badan hingga yang rada-rada ketat kendati tertutup. Harus diakui model busana muslimah yang dikenakan sebagian wanita muslim ini makin hari makin beragam bahkan tak sedikit yang merupakan hasil rancangan desainer-desainer beken.
Di antaranya terkesan ada sedikit "pergeseran" dalam busana ini. Artinya tak selalu busana muslimah itu memenuhi kaidah yangdigariskan oleh agama kita. Keadaan itu mungkin disebabkan oleh ketidaktahuan para muslimah terhadap aturan-aturan berbusana muslim yang telah ditetapkan Al-Quranul Karim atau karena para muslimah sendiri "asal comot" dalam memilih busana yang akan dikenakannya.
"Akibatnya bukan menutup aurat, tapi justru membuka aurat. Dalam pengamatan saya masih saja terlihat kecendrungan kaum ibu yang menggunakan busana muslimah dengan belahan tinggi di bagian samping atau belakang gaun sehingga betisnya kelihatan. Atau bahkan menaikkan kerudung dan mengikatkannya di belakang dengan membiarkan dada/leher tampak jelas kelihatan," kata Ernie Kosasih, ketua IkatanPerancang Busana Muslim (IPBM) Jawa Barat.
Karena itu, menurut Ernie yang telah lama berkutatdi dunia busana muslimah ini, IPBM mempunyai kesepakatan dalam desain-desain busana muslim. Ketentuan yang telah menjadi kesepakatan beberapa perancang busana muslim yang tergabung dalam IPBM Jawa Barat yakni :
Busana muslimah harus menutupi aurat perempuan yang disyari'atkan (kecuali telapak tangan dan muka/wajah).
Busana muslimah tidak boleh memperlihatkan bentuk tubuh (ketat) tapi harus longgar.
Busana muslimah tidak boleh menerawang.
Demi memberi gambaran bagaimana berbusana muslimahyang baik dan sesuai persyaratan agama Islam, Ernie memberikan kiatnya.
Kiat-kiat tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi "modifikasi kreatif" tanpa keluar dari ketentuan berbusana muslim seperti yang disyari'atkan Islam. Kiat-kiat tersebut antara lain:
Dalam memilih bahan, Islam mengharuskan bahantidak tipis dan menerawang (kecuali di dalamnya dilapisi busana lain yang longgar dan tidak menerawang - Red)
Bagi mereka yang kebetulan memiliki postur tubuh besar, sebaiknya mempergunakan bahan-bahan yang lembut dan tidak kaku. Jangan menggunakan motif/corak berbunga besar, namun pergunakanlah motif/corak berbunga kecil atau bisa juga motif etnik klasik yang manis. Selain itu mereka dianjurkan untuk tidak menyilang tubuh dengan garis-garis horisontal.
Cobalah menggunakan bahan yang lembut maupun kaku. Bahan yang lembut dapat dipakai dengan sitim tumpuk sehingga postur tetap tertutupi. Pilihan motif pun bisa lebih bervariasi.
Masalah warna kain ia serahkan sepenuhnya pada pemakai. Hanya saja Ernie mengingatkan sang pemakai hendaknya pandai-pandai memadukan warna tersebut.
Sedangkan kerudung yang dikenakan tidak cukup hanya menutupi kepala, tetapi juga harus menutupi leher dan bagian dada. Tapi bagi mereka yang suka kepraktisan dan lebih sering menggunakan kerudung yang diikat ke belakang tengkuk, tidak masalah. Yang penting, gaun yang dikenakan tidak mencetak tubuh bagian dada. Kerudung tambahan yang dianjurkan disesuaikan dengan suasana. Untuk makan malam tampak sangat ideal bila mengenakan kerudung panjang, setelah sebelumnya rambut ditutup kerudung utama. Sedangkan untuk siang hari dianjurkan menggunakan kerudung simpel tapi tetap memenuhi syariat Islam.
Menurut Ernie Kosasih, harga busana tidak menjadi tolak ukur. Baginya yang lebih penting adalah kebersahajaan. Ini baru diperoleh jika mode: warna, bahan, dan penutup kepala termasuk aksesoris yang dipakai serasi. Namun kalau kebetulan anda mempunyai rasa pede (percaya diri) yang tinggi, kiat tersebut bisa saja diabaikan. Anda mungkin lebih suka menggunakan warna, motif, dan gaya yang lain.
"Asal jangan keluar dari syariat. Mudah-mudahandengan cara tersebut kita bisa tetap tampil cantik ,bersahaja tanpa keluar dari ketentuan syariat." Ninna Hilman
Wanita - Muslihah Dot Com