ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Do'a ketika Gelisah Dalam Tidur
  • Sabarrrrrrrr .....
  • Siapa Yang Tidak RINDU 2
  • Siapa Yang Tidak RINDU 1
  • Kasih Orang Tua
  • Menulis di Atas Pasir
  • H Deddy Mizwar
  • Yang Datang dan Yang Pergi
  • Makna Hidup
  • Be Inspirated


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Friday, December 05, 2003

    Satu Menit ???

    Satu menit? Sepertinya tak bermakna, mungkin karena tak berasa. Lewat begitu
    saja. Hanya enam puluh ketukan, jika satu ketukan itu bernilai satu detik.
    Benar-benar tak terasa, hingga akhirnya tak dimaknai. Seringkali kumpulan
    menit itu kita perlakukan seperti air, mengalir begitu saja. Tanpa kita
    berikan arah, tanpa kita tetapkan tempat berakhir. Mengalir, mengalir dan
    mengalir...
    Seringkali himpunan menit itu kita perlakukan seperti gelas, kita isi dan
    nikmati tanpa kita sadari khasiat dari isi gelas itu sendiri. Yang penting
    lezat, segar dan mengusir rasa haus kita.
    Padahal satu menit, enam puluh ketukan itu bisa membawa kita kepada dua
    pilihan tempat berakhir. Keindahan atau kepedihan. Karena enam puluh ketukan
    itu ternyata bernilai, sangat bernilai dimata Sang Pemilik waktu, Sang Maha
    Penghenti waktu. Karena satu menit itu tak pernah luput dari penglihatan dan
    pengawasan Sang Maha Bijak, Sang Maha Pemberi ganjaran. Karena satu menit
    itu memiliki arti bagiNya, atas keputusan yang ditetapkan untuk kita.
    Dia akan menghargai satu menit yang dimiliki dalam hidup ini dengan berlipat
    penghargaan yang tak terbayangkan oleh kita. Karena Dia-lah sebaik-baiknya
    pemberi penghargaan bagi manusia yang tak pernah lelah mencari perhatianNya.

    Satu menit saja, tak lebih, dapat bermakna, jika kita mau. Satu menit saja,
    hanya satu menit, dapat bernilai, jika kita tahu. Karenanya satu menit itu
    tak layak kita buang.
    Dalam satu menit, kita bisa melakukan banyak kebaikan dan kebahagiaan. Dalam
    satu menit kita bisa mendendangkan al-Faatihah dengan penuh cinta sebanyak
    tiga kali. Hanya tiga kali memang, tapi menurut orang-orang bijak, dengan
    membaca al-Faatihah satu kali saja, Allah memberikan 600 kebaikan. Dalam
    satu menit, kita dapat membisikkan surat al Ikhlaas dua puluh kali, tak
    perlu bersuara, hanya berbisik. Allah menilai bisikan penuh makna itu sama
    seperti kita membaca sepertiga kitabNya.
    Dalam enam puluh ketukan itu, kita bisa membaca sedikit saja ayat-ayat dari
    kalimatNya yang dirangkai dalam Al Qur'an. Dalam satu menit itu, kita bisa
    mencoba menghafal ayat-ayatNya untuk senantiasa mengingatnya dan mengiri
    langkah-langkah kita.
    Dalam satu menit, kita bisa mengaturkan dzikir, Laa ilaaha illallaah wahdahu
    laa shariikalah,lahu'l-mulk wa lahu'l-hamd wa huwa 'ala kulli shay'in
    qodiir. Dalam satu menit kita bisa mengirimkan puji Subhaanallaahi wa bi
    hamdihi sebanyak seratus kali. Allah akan mengampuni dosa-dosa kita meski
    dosa itu sebanyak buih di lautan.
    Dalam satu menit kita bisa membalas cintaNya dengan mengucap Subhaan allaahi
    wa bi hamdihi Subhaanallaahil-'Aziim sebanyak lima puluh kali. Allah
    mencintai manusia yang mengucapkan dua kata ini dari bibirnya, demikian yang
    tertulis dalam hadits riwayat Bukhari Muslim. Rasul berkata, "Saat aku
    mengucapkan 'Subhaanallaah, wa'l-hamdu Lillah, wa laa ilaah ill-Allaah, wa
    Allaahu Akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, Tiada tuhan selain
    Allah, dan Allah Maha Besar), maka cintaNya berhamburan untukku (hadits
    riwayat Muslim). Dalam satu menit, kita dapat mengucapkan itu sebanyak
    delapan belas kali. Karena kata-kata ini senantiasa dicintaiNya, kata-kata
    terbaik penuh dengan makna.
    Dalam satu menit, kita bisa menyatakan Tidak ada kekuatan dan kekuasaan
    selain milikNya, Laa hawla wa laa quwwata illa Billaah. Kata-kata ini adalah
    satu dari kekayaan dari surga, seperti yang tercantum dalam hadits yang
    diriwayatkan Bukhari-Muslim. Kata kata ini membuat Allah mengangkat
    kesulitan yang ada dan membantu kita meraih yang kita inginkan.
    Dalam satu menit, kita bisa menegaskan kembali pernyataan kita terdahulu,
    sebelum kita lahir ke dunia ini, Laa ilaaha ill-Allaah sebanyak lima puluh
    kali. Ini adalah kata-kata terbesar milikNya. Karena dengan memaknai
    kata-kata ini dalam hati, sudah cukup bukti bahwa kita mengakui
    keberadaanNya.
    Dalam enam puluh ketukan kita bisa membaca Subhaanallaah wa bi hamdih,
    'adada khalqihi, wa ridaa nafsihi, wazinata 'arshihi, wa midaada kalimaatihi
    (Maha suci Allah, sebanyak apa yang diciptakanNya, sebanyak keridhoanNya,
    seberat Arasy-Nya dan sebanyak tinta kata-kataNya).

    Dalam satu menit, kita dapat memohon ampunanNya dengan membaca
    Astaghfir-Allaah sebanyak seratus kali. Dengan kesadaran sepenuhnya atas
    berjuta dosa yang kita lakukan. Dalam satu menit, kita dapat mengirim doa
    untuk junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw, dengan mengucap Sallallaahu
    'alayhi wasallam (Semoga Allah memberkati dan memberinya kedamaian). Dengan
    doa itu Allah akan memberikan lima ratus kebaikan.
    Dalam satu menit, kita bisa memotivasi hati kita dengan menghaturkan terima
    kasih padaNya, MencntaiNya, hanya berharap padaNya, takut atasNya, dan tetap
    melanjutkan hidup hanya karenaNya. Ini bisa kita lakukan saat kita
    merebahkan tubuh kita untuk beristirahat atau mungkin saat kita berjalan
    menuju suatu tempat.
    Dalam satu menit, kita bisa membaca lebih dari dua halaman dari buku yang
    bermanfaat bagi kita, dan membuat kita lebih memaknai hidup. Dalam satu
    menit, kita bisa mencurahkan kerinduan, berbincang dengan teman lama yang
    terikat karena cinta Allah. Dalam satu menit kita bisa menengadahkan tangan
    dan memanjatkan doa atas apa yang kita harapkan bagi diri ini.
    Dalam satu menit kita bisa mengucapkan salam, mendoakan orang lain atas
    keselamatannya. Dalam satu menit kita bisa sedikit merenung, mengusir
    bisikan setan yang senantiasa tak pernah bosan mengganggu kita untuk
    berpaling dariNya.
    Dalam satu menit kita bisa menikmati sesuatu dengan penuh rasa syukur, bahwa
    kita masih punya waktu menikmatinya. Dalam satu menit kita bisa memberikan
    kata-kata berharga bagi saudara kita, sekedar saling mengingatkan
    ke-alfaannya, menunaikan haknya untuk selalu diingatkan. Dalam satu menit
    kita bisa membuang sesuatu yang berbahaya ditengah jalan.
    Hanya satu menit, dan semoga berarti bagiNya.

    Milis Groups 2003