Pernah dinasehatkan bahwa,"hawa nafsu menghalangi tersampainya kebenaran" terus terang, mungkin diantara kita -atau bahkan saya sendiri- pernah menolak kebenaran gara-gara hawa nafsu. nafsu itu banyak warna dan bentuknya, dan kita sebenarnya mengetahui bentuknya. hanya kita terlalu berbaik sangka terhadap diri-diri kita. berbaik sangka terhadap keyakinan-keyakinan tak berdalil berbaik sangka pada kepicikan akal-akal kita dan sebagainya ...
memang panas memegang bara
jari membuka, cahaya akan sirna
tercelup dalam lumpur pekat gulita
tenggelam dalam gelapnya dasar samudra
di mana-mana berbicara kebangkitan, kajayaan, kekuasaan, negara, politik, ekonomi, kritik, tahdzir, fitnah, demonstrasi dan sebagainya. namun sudahkah hati bergetar tatkala namaNya disebut ? bergetarkah hati ketika gejolak api neraka diperdengarkan. Pedulikah hati tatkala berita akan turunnya Imam Mahdi disebutkan ...
gajah diseberang lautan tampak nyata
semut mungil didepan mata nampak kabur menurutnya
imanmu, imanku, dan iman kita semua perlu untuk dipertanyakan, jika aku, engkau dan kita semua tidak bergetar saat ayat-ayat neraka terbaca (olehmu) atau dibacakan.
imanmu, imanku, dan iman kita semua perlu untuk dipertanyakan, jika aku, engkau dan kita semua tidak berkeinginan untuk mendapatkan surga ketika ayat-ayat dan hadits telah sampai di retina penglihatan.
semoga tulisan berikut bermanfaat untuk yang mengirim, yang dikirimi, yang kebetulan menyempatkan waktu untuk membaca, memahami, dan merenungkannya !
Bidadari yang Cantik Jelita Menurut Pengabaran Al-Qur'an
oleh Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah