ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Hanya Atas Kehendak-Nya
  • PINDAHAN LOH...
  • Photobucket
  • Gimana Sih Rasanya Ketemu Presiden ?
  • Pergi Untuk Kembali...
  • Di Surga Kita Kan Bersua
  • "Menanti Sebuah Jawaban"
  • "Cinta Sejati"
  • Kehidupan Tidak Selalu Manis
  • "Don't be afraid my beloved, i'll be right here wi...


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Tuesday, March 30, 2004

    Surat Untuk Libby di Surga

    Cerita ini disiarkan Radio Delta beberapa waktu lalu. dan juga dimuat di beberapa tabloid Ibu Kota. Surat ini dibuat oleh seorang ayah untuk anaknya yang sudah meninggal dan bukan rekayasa.

    ------------------

    Surat Untuk Libby di Surga
    (In Loving Memory of Allyvia Adzhani N. Saelan, 25 April 1998-29 April 2003)

    Dear Libby,

    Apa kabar Libby ?
    Akhir-akhir ini ayah kangen dan ingat terus sama Libby, apalagi di negara
    kita saat ini sedang berjangkit penyakit demam berdarah.
    Virus yang mengantarkan Libby menghadap Tuhan YME.
    Ayah ingat hampir satu tahun yang lalu.
    Sejak hari Sabtu tgl 19 April 2003, Libby sudah mengeluh kurang enak badan,
    ayah langsung membawa Libby ke dokter specialis Libby di Mall Ambassador
    hari itu juga untuk mendapatkan perawatan. Dokter waktu itu menyatakan bahwa
    Libby sakit radang tenggorokan.
    Walaupun sudah agak membaik, hari Senin 21 April 2003 Libby tidak sekolah
    dulu agar bisa beristirahat dan lagipula besok Libby akan perform ballet
    untuk pertama kalinya.

    Ketika ayah pulang kantor, Libby sangat excited untuk segera perform ballet
    besok harinya. Ayah juga ingat Libby tunjukkan semua costum yang telah
    dimiliki. Kamu memang sangat-sangat menyenangi ballet.
    "Ayah lihat Libby perform besok kan ?" tanya Libby pada ayah, yang ayah
    langsung jawab iya.
    Keesokan harinya tanggal 22 April 2003, Ayah sengaja mengambil cuti agar
    bisa leluasa hadir ke performance ballet Libby yang pertama.

    Pk 6.15 Ayah mengantarkan Libby sekolah, sepanjang perjalanan Libby terus
    berbicara mengenai performance ballet (suatu ritual yang hampir setiap hari
    ayah jalani bersama Libby ketika Libby sudah mulai TK di Lab. School
    Rawamangun).
    Karena hari itu cuti, ayah pun bisa menjemput Libby ketika pulang sekolah pk

    11.30, Libby sangat senang ayah jemput karena tidak biasa-biasanya ayah bisa
    jemput kamu.
    Dalam perjalanan pulang Libby bertanya sama ayah, "Ayah, siapa Kartini itu?"
    lalu ayah jawab "Kartini itu seorang putri yang berjasa pada kaum wanita
    makanya diperingati sebagai hari Kartini". Kemudian Libby bertanya lagi "kok
    putri tidak pakai baju Cinderella" (Libby tahunya gambaran Putri adalah
    seperti yang digambarkan dalam karakter Disney).
    Ayah berusaha menjawab semua pertanyaan Libby dengan sebaik mungkin.
    Bahkan sampai pada pertanyaan "Kartini itu sudah meninggal ya ayah?", ayah
    jawab iya.

    Libby masih terus memborbardir ayah dengan pertanyaan, "Kalau Libby mau
    diperingati harus meninggal dulu ya yah?
    Ayah agak bingung juga menjawabnya, namun akhirnya ayah jawab "tidak perlu
    karena ada juga yang masih hidup sudah diperingati".
    Pertanyaan itu tadinya hampir tidak ada artinya kecuali contoh lain dari
    curiosity kamu yang sangat tinggi, namun belakangan ayah mulai menyadari
    bahwa mungkin ini adalah firasat tepat seminggu sebelum kepulangan kamu ke
    Tuhan YME.

    Ketika perform ballet, ayah ingat Libby kelihatan masih lemas, belum lagi
    beberapa teman kamu tidak menari dengan baik sehingga secara keseluruhan
    penampilannya tidak terlalu menggembirakan. Kamu yang sangat perfectionist
    kelihatan sangat kecewa dengan penampilan kelompokmu yang kurang kompak.
    Ketika pulang, Libby kelihatan agak murung, ayah terus menerus berusaha
    untuk menghibur Libby dengan mengatakan bahwa performance-mu cukup baik.
    Tapi tidak dapat ditutupi bahwa Libby kecewa sekali.

    Hari Kamis malam, Libby panas lagi sampai 40 derajat. Tanggal 25 April 2003,
    Libby ulang tahun yang ke-5, kamu masih sakit sehingga tidak masuk sekolah.
    Ayah dan Mommy kembali membawa kamu ke dokter, dokter mengatakan bahwa jika
    sampai Senin belum turun juga panasnya, Senin harus diambil darah.

    Tanggal 26 April 2003, Libby merayakan pesta ulang tahun yang ke-5 di
    McDonald Arion.
    Libby sudah mulai turun panasnya hanya masih kelihatan lemas.
    Pesta ini adalah permintaan pertama Libby karena biasanya ulangtahunmu
    hanya dirayakan di sekolah dengan membawa kue ulang tahun saja. Entah kenapa

    Libby menginginkan pesta di McDonald lengkap dengan badut-nya. Ayah minta
    maaf sama Libby karena terlambat mengurusnya, badut yang diminta kamu tidak
    bisa hadir di pesta, ayah tidak tahu bahwa McD tidak memperbolehkan badut
    dari luar).

    Libby kelihatan kecewa dengan ketidakhadiran badut itu karena ternyata kamu
    sudah bercerita pada teman-temanmu bahwa di pestanya akan ada badut
    teletubies (Ayah sangat-sangat menyesal tidak bisa memenuhi permintaan
    Libby, maafin ayah ya Liv...).
    Libby ngomong, "badutnya nggak bisa datang ya, yah? Gimana ya nanti Libby
    dibilang pembohong sama teman-teman. Tapi nggak apa-apalah teman-teman pasti
    ngerti". Libby adalah seorang yang sangat patuh terhadap janji, kamu tidak
    mau mengecewakan orang lain.

    Pulang dari pesta Libby kelihatan sakit lagi, ayah mencoba untuk menghibur
    kamu dengan melakukan kompress dan lain-lain, panas kamu tidak turun-turun,
    hadiah yang banyak pun hampir-hampir tidak kamu sentuh, hanya saja ada
    percakapan kita yang ayah masih sangat ingat. Libby ingat nggak ketika ayah
    tanya "Liv, uang yang dari nini kan banyak, mau dibeliin apa sama Libby,
    beliin mainan ya!?"
    Libby malah bilang sama ayah "Ayah, mainan Libby udah banyak sekali...
    bahkan sebagian mau Libby kasiin ke orang miskin, kasihan kan mereka nggak
    punya mainan... Libby mau kirim bunga yang banyak sekali untuk nini..Nini
    pasti seneng..."
    Ayah kaget denger jawaban Libby tapi sama sekali tidak menyangka apa-apa..
    belakangan ayah baru sadar ini adalah tanda-tanda mu yang lain karena waktu
    sebelum pemakaman ternyata rumah nini tempat kamu disemayamkan dipenuhi oleh
    bunga-bunga yang bersimpati sama kita.

    Libby ingat nggak hari Minggu ayah dan Mommy bawa Libby ke rumah sakit Bunda
    untuk diambil darah karena ayah tidak mau nunggu lagi sampai hari Senin.
    Ayah ingat Libby minta ayam A&W dan minuman Fruity strawberry, ayah seneng
    sekali Libby minta makan karena sudah dua hari ke belakang Libby susah
    makan. Libby nggak pernah mengeluh sakit perut cuma mengeluh pusing saja dan
    mual.

    Besoknya mommy membawa hasil test darah ke dokter lagi, trombosit kamu masih
    149.000. Kata dokter Libby terkena gejala Thypus dan disarankan untuk
    istirahat dan banyak minum. Sore harinya panas Libby sudah mulai turun, ayah
    senang sekali pada saat itu, bahkan ayah telepon ke Bandung untuk memberi
    tahu bahwa Libby sudah turun panasnya, cuma pada saat itu Libby masih sangat
    lemas dan masih muntah.

    Ayah pikir Libby sudah mendingan. Malamnya ternyata Libby terus mengigau
    dalam tidur, ayah, mommy dan uti nggak berhenti berdoa, kita putuskan untuk
    membawa kamu ke dokter lagi first thing in the morning. Sama sekali tidak
    terbersit dalam pikiran ayah bahwa Libby mungkin sudah mulai didekati oleh
    malaikat. Panas kamu sudah turun sekali ke 36 derajat.

    Keesokan harinya Libby dianter sama mommy dan uti ke dokter lagi, di dokter
    menurut mommy trombosit kamu sudah turun ke 59.000 dan langsung
    diperintahkan untuk masuk rumah sakit. Mommy membawa kamu ke RS Mitra
    Jatinegara karena kata dokter, disana PICU (ICU anak-anak)-nya cukup baik.

    Kata Mommy, dalam perjalanan ke RS, kamu masih minta mie dan pisang. Mommy
    ingat di dalam mobil Libby ngomong, "Ma, kok orang-orang itu tidurnya aneh
    ya?"
    Mommy nggak bisa jawab cuma bilang, "Libby kuat ya...."
    Sampai di rumah sakit Libby sudah nggak sadar, ketika ditaruh di bed gawat
    darurat, Libby langsung kejang dan pergi untuk selamanya sebelum dokter
    sempat melakukan pertolongan apa-apa.

    Ayah minta maaf ya Liv nggak bisa nememin kamu pulang ke rumah kamu di
    surga. Ayah ngerasa bodoh sekali malah ikut meeting di kantor ketika kamu
    sedang berjuang dengan maut. Tapi memang jalannya sudah harus begitu, ayah
    rela Libby pulang ke rumah pemilik Libby karena ayah hanya diberi kesempatan
    untuk merawat Libby selama tepat lima tahun.

    Mommy sekarang sedang hamil lagi, Adelle sudah mulai cerewet, maunya
    sekarang pake baju punya Libby terus. Kemarin-kemarin dia terus berbicara
    mengenai kamu, Libby datang ke mimpinya Adelle ya ??

    Ya udah dulu ya Liv, ayah harus kerja dulu. Ayah mau buat surat buat
    teman-teman ayah biar mereka belajar dari pengalaman kita.

    Cium sayang
    Ayahmu : Dicky

    Teman-teman, pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman kami adalah :

    1. Pelajari dan kenali berbagai jenis penyakit dan gejalanya. Libby terkena
    demam berdarah dan kami sudah terlambat untuk membawanya ke rumah sakit.
    Jika anak-anak kita, atau kita sendiri panas selama dua hari berturut-turut,
    lebih baik langsung ke dokter dan minta periksa darah.
    Minta sekalian periksa darah untuk dengue rapid karena kadang-kadang
    trombosit-nya masih 200.000 (batas normal adalah 150.000-400.000) tetapi
    sebenarnya sudah terkena virus dengue. Jika dokter menyatakan thypus atau
    radang tenggorokan, atau flu biasa, lebih baik cari second opinion dari
    dokter yang lain.

    2. Sampai meninggalnya Libby, tidak timbul bercak-bercak merah di sekujur
    tubuhnya, tidak mimisan, tidak muntah darah. artinya symptom dengue sudah
    tidak khas. Salah satu cara termudah untuk mendeteksi dini DBD adalah dengan
    menekan salah satu kuku ibu jari, kemudian lihat apakah permukaan yang putih
    ketika ditekan langsung kembali merah. Karena DBD menyebabkan darah agak
    mengental sehingga ketika selesai dipencet, biasanya kuku yang terkena DBD
    agak lambat kembali merahnya. Raba denyut nadi, penderita DBD biasanya
    denyut nadinya agak lemah.

    3. Pantau terus kondisi pasien jika sudah positif DBD, kadang-kadang
    beberapa rumah sakit mencek darah hanya sehari sekali, minta pengecekan
    dilakukan 6 jam sekali. Jika trombosit sudah mulai memasuki 30.000, tanya
    dan siapkan beberapa teman dan keluarga yang memiliki darah yang sama dengan
    penderita untuk berjaga-jaga jika tranfusi darah dibutuhkan karena saat ini
    sulit mendapatkan persediaan darah

    4. Pakaikan mosquito repellent pada anak-anak kita di waktu siang untuk
    menjaga gigitan nyamuk aedes aegepty.

    5. Jika anak sakit, tinggalkanlah urusan kantor atau urusan apa pun,
    keluarga jauh lebih penting daripada apa pun di dunia ini, anda akan
    menyesal seumur hidup jika mengalami apa yang saya alami.

    6. Setelah semua usaha kita lakukan, pasrahkan semua kepada Tuhan YME karena
    bagaimana pun kita berusaha jika Tuhan berkehendak lain, maka tidak ada yang
    dapat menghalangi keputusanNya. Pasrah dan rela terhadap apa pun keputusan
    Tuhan.

    rgds
    Dicky

    Sumber: Cerita ini disiarkan Radio Delta beberapa waktu lalu juga dimuat di beberapa tabloid Ibu Kota. Surat ini dibuat oleh seorang ayah untuk anaknya yg sudah meninggal dan bukan rekayasa.


    Thursday, March 25, 2004

    True Love

    Jika sekarang anda memiliki seorang yang sangat dicintai, Ingatlah
    selalu kebaikannya, sayangilah segalanya, agar segala perasaan yang
    indah menjadi nyata.

    Touching Story

    Tahun itu, dia mendadak muncul, tampangnya tidak seberapa. Di bawah
    dukungan teman sekamar, yakni Siao Cien, dengan memaksakan diri aku
    bersahabat dengan dia.Secara perlahan, aku mendapati bahwa dia adalah
    orang yang penuh pengertian dan lemah lembut. Hari berlalu, hubungan kami
    semakin dekat, perasaan di antara Kami semakin menguat, dan juga mendapat
    dukungan dari teman-teman. Pada suatu hari di tahun kelulusan kami, dia berkata
    padaku :"Saya telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi
    tetapi di Amerika, dan saya tidak tahu akan pergi berapa lama, kita bertunangan
    dulu,bolehkah ?"

    Mungkin dalam keadaan tidak rela melepas kepergiannya, saya
    mengangguk.Oleh karena itu sehari sesudah hari wisuda, hari itulah merupakan hari
    pertunangan kami berdua.Setelah bertunangan tidak berapa lama,
    bersamaan dengan ucapan selamat dan perasaan berat hati dalam hatiku,
    dia menaiki pesawat dan terbang menuju sebuah negara yang asing.Saya
    juga mendapatkan sebuah pekerjaan yang bagus, memulai hari bekerja
    dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Telpon interlokal merupakan cara
    kami untuk tetap berhubungan dan melepas kerinduan.
    Suatu hari, sebuah hal yang naas terjadi pada diri.
    Pagi hari, dalam perjalanan menuju tempat kerja, sebuah taksi demi
    menghindari seekor anjing di jalan raya, mendadak menikung tajam.
    Tidak tahu lewat berapa lama, saat siuman telah berada di rumah
    sakit,anggota keluarga yang mengelilingi melihat saya telah siuman,
    mereka lantas memanggil dokter. "Pah, Mengapa ? Mengapa saya tidak
    dapat memanggilnya ?

    Dokter mendatangiku dan memeriksa, suster menyuntikkan sebuah serum ke
    dalam diriku, mempersilahkan orang lainnya untuk keluar terlebih dahulu.

    Ketika siuman kembali, yang terlihat adalah raut wajah yang sedih dari
    setiap orang, sebenarnya apa yang terjadi. Mengapa saya tidak dapat
    bersuara ? Ayah dengan sedihnya berkata : "Siao Min, dokter bilang
    syaraf Kamu mengalami luka, untuk sementara tidak dapat bersuara,
    lewat beberapa waktu akan membaik." "Saya tidak mau !" saya dengan
    berusaha memukul ranjang, membuka mulut lebar-lebar berteriak, tapi
    hanya merupakan sebuah protes yang tidak bersuara. Setelah kembali ke
    rumah, kehidupanku berubah. Suara telp yg didambakan sewaktu dulu,
    merupakan suara yang sangat menakutkan sekarang ini. Saya tidak lagi
    keluar rumah, juga menjadi seorang yang menyia-nyiakan diri, ayah
    mulai berpikir untuk pindah rumah. Dan dia? di belahan bumi yang
    lain, yang diketahui hanyalah saya telah membatalkan pertunangan kami,
    setiap telpon darinya tidak mendapatkan jawaban, setiap surat yang
    ditulisnya bagaikan batu yang tenggelam ke dasar lautan.

    Dua tahun telah berlalu, saya secara perlahan telah dapat keluar yang
    masa gelap ini, memulai hidup baru, juga mulai belajar bahasa isyarat untuk
    berkomunikasi dengan orang lain. Suatu hari, Siao Cien datang ke rumah
    merayakan ulang tahunku, serta memberitahu bahwa dia telah kembali,
    sekarang bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang insinyur. Saya
    berdiam diri, tidak mengatakan apapun. Mendadak bel pintu berbunyi,
    orang rumah karena suara bel yang berbunyi berulang-ulang dan
    terdengar tergesa-gesa, tidak tahu harus berbuat apa,akhirnya ayah
    menyeretkan langkah kakinya yang berat, pergi membuka pintu. Saat itu,
    di dalam rumah mendadak hening, dia telah muncul, berdiri di depan
    pintu rumahku. Dia mengambil napas yang dalam, dengan perlahan
    berjalan ke hadapanku, dengan bahasa isyarat yang terlatih, dia
    berkata: "Maafkan saya ! Saya terlambat satu tahun baru menemuimu,
    dalam satu tahun ini, Saya berusaha dengan keras
    untuk mempelajari bahasa isyarat, demi untuk hari ini, Tidak peduli
    kamu berubah menjadi apapun, selamanya kamu merupakan Orang yang
    paling kucinta.
    Selain kamu, saya tidak akan mencintai orang lain,Marilah kita menikah !"



    Dear friend,
    Cinta yang tulus tak terpengaruh oleh perubahan, yang ada hanyalah
    penerimaan tak perduli seberapa besar perubahan itu, cinta selalu dapat
    menerima dikala pasangan kita berubah , cobalah tengok ke belakang dan
    jujurlah bertanya ,apakah dia yang berubah atau kadar penerimaan kita
    yang menipis?

    " One day you will come to realize that you are simply an eternal
    essence in need of nothing except Love"

    -- dari seorang sahabat


    Wednesday, March 24, 2004

    Ayam dan Sapi

    "Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya,
    "orang-orang mengataiku
    pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti,
    aku akan
    memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan
    panti asuhan?"

    "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab
    pelayannya.
    "Sapi begitu populer, sedangkan sang ayam tidak sama
    sekali. Hal ini
    sangat mengherankan sang ayam.
    'Orang-orang berkata begitu manis tentang kelemahlembutan
    dan matamu
    yang begitu memancarkan penderitaan', kata ayam pada sapi.
    'Mereka
    mengira kamu begitu murah hati, karena tiap hari kamu
    memberi mereka
    krim dan susu. Tapi bagaimana dengan aku? Aku memberikan
    semua yang aku
    punya. Aku memberikan daging ayam. Aku memberikan
    bulu-buluku. Bahkan
    mereka memasak dan membuat sup dengan kakiku untuk kaldu.
    Tidak ada yang
    seperti itu. Kenapa sih kok bisa begitu ?'"

    "Apakah anda tahu apa jawaban sang sapi?", kata pelayan.
    "Sang sapi berkata, 'Mungkin karena aku memberikannya
    sewaktu aku masih
    hidup." ( kisah )


    "Some people, in working toward a goal, find themselves
    seized by inertia when it comes time for action. If this
    should happen to you, despite the small graduated steps,
    then it is time to reexamine your goal.
    Consider how important it actually is and then either
    discard the goal (and replace it with a more suitable one)
    or continue thesteps with a renewed sense of the value of
    achieving it."
    "First you write down your goal; your second job is to
    break downyour goal into a series of steps, beginning with
    steps which are absurdly easy."

    -- by Fitzhugh Dodson


    Monday, March 22, 2004

    Tiga Nasehat Burung

    Ada seorang laki-laki yang menangkap seekor burung. Burung itu berkata kepadanya, ”Aku tidak akan berarti apa-apa bagimu sebagai tawanan. Biarkan aku lepas, dan sebagai gantinya aku akan memberimu beberapa nasihat yang berharga.”

    Sang burung berjanji bahwa ia akan memberi nasihat pertama selagi masih berada dalam genggaman orang tersebut, nasihat kedua ketika ia sampai di sebuah dahan, nasihat ketiga ketika ia telah sampai ke puncak gunung.

    Orang tersebut setuju, dan meminta nasihat pertama.

    Burung berkata : “Jika engkau kehilangan sesuatu, meski itu sangat berarti bagimu seperti kehidupan itu sendiri, janganlah disesali.”

    Kini orang tersebut membiarkan burung pergi, dan ia bertengger di atas sebuah dahan.

    Sang burung melanjutkan pada nasihat yang kedua :

    ”Jangan percaya kepada apa pun yang bertentangan dengan akal tanpa bukti.”

    Kemudian burung terbang ke puncak gunung. Dari situ ia berkata :

    “Wahai orang yang tidak beruntung! Dalam tubuhku terdapat dua permata, dan seandainya saja engkau tadi membunuhku maka kedua permata itu akan menjadi milikmu.”

    Orang tersebut merasa bersedih karena kehilangan kesempatan untuk mendapatkan permata, tetapi ia berkata: “Paling tidak sekarang, tolong katakan kepadaku nasihat ketiga.”

    Sang burung menjawab :

    “Betapa bodohnya engkau, meminta lebih banyak nasihat ketika engkau tidak bisa memikirkan dua nasihat yang pertama! Aku ingatkan kembali bahwa tidak ada perlunya mengkhawatirkan apa yang telah hilang, dan jangan percaya kepada sesuatu yang bertentangan dengan akal. Sekarang engkau malah melakukan keduanya. Engkau mempercayai sesuatu yang menggelikan dan berduka karena kehilangan sesuatu. Aku tidak cukup besar untuk memiliki permata yang tersimpan dalam tubuhku.”

    “Engkau orang bodoh. Maka dari itu engkau semestinya berada dalam keterbatasan-keterbatasan yang pada umumnya diberikan kepada manusia.”

    (yahoogroups.com dari Idries Shah)


    Saturday, March 20, 2004

    Kisah Sederhana Yang Begitu Indah

    Pada suatu malam yang dingin dan hujan, saya sedang
    menunggu bis. Saya melihat seorang perempuan tua turun dari sebuah bis
    dan kemudian berjalan perlahan ke tempat pemberhentian bis. Setelah
    berdiam beberapa saat dia berbicara kepada saya. "Malam yang
    buruk, ya? Tapi saya harap saya tidak perlu menunggu terlalu lama." Dengan
    sedikit ingin tahu, saya bertanya tentang bis mana yang ia tunggu.

    Ketika ia memberi tahu, saya berkata, "Lho, Anda baru saja
    turun dari bis sebelum tempat yang anda tuju?"
    "Begini, katanya terbata-bata dengan sedikit malu, "di bis
    tadi ada seorang pemuda cacat. Tak seorang pun menawarkan tempat
    duduk kepadanya, dan saya tahu bahwa dia akan merasa malu kalau
    seorang ibu tua seperti saya berdiri untuknya. Karena itu saya
    berpura-pura sudah waktunya untuk turun dan saya membunyikan bel ketika ia sedang berada di sisi kursi saya. Dia tidak merasa malu, dan bagi saya -
    masih selalu ada bis lain."

    Motivation Angel Milis.


    Thursday, March 18, 2004


    Temanku punya cerita demikian ...

    Hari ini, 22 Desember adalah Hari Ibu. Hari ini mengingatkan kita betapa kasih ibu itu sungguh tulus. Mungkin aku orang yang paling beruntung sedunia karena bisa mengenal seorang ibu dalam hidupku. Semenjak aku kecil, remaja hingga sekarang, ia tetap setia menjaga dan merawat keluargaku.

    Dia dengan sabar membersihkan ngompolku sewaktu kecil. Dengan lemah lembut dia mengajari aku bagaimana menghadapi hidup, bagaimana bersikap sopan, suka memberi, dan masih banyak lagi. Dia juga menjadi tempatku bercerita tentang banyak hal mulai dari masalah sekolah, teman-teman hingga perkara lawan jenis.

    Aku tidak pernah lupa ketika ia berkata, "Kamu jangan main-main sama cewek. Nanti kamu kena batunya", "Padi yang kamu tanam, padi juga yang kamu tuai", "Jadi laki-laki itu harus kuat", "Kamu jangan membesar-besarkan masalah yang sebenarnya bukan masalah", "Makanya bersyukur, orang bersyukur itu apa aja bisa dimakan", "Kamu jangan cuek, nanti dikira orang kamu sombong", dan masih banyak lagi berbagai nasihat dan omelan. Semakin aku besar, aku semakin setuju dengan nasihatnya itu, tidak jarang pula aku malah senyum-senyum sendiri setiap kali ia menasihatiku, soalnya nasihatnya sudah hapalan itu-itu saja.

    Menyenangkan sekali bila kita mempunyai seorang ibu yang bisa menjadi sahabat. Ia memberikan dorongan ketika kita putus asa. Ia percaya kalau kita bisa berbuat sesuatu. Ia mengingatkan kita untuk mengasihi orang lain. Pernah suatu kali, ketika aku gagal mengikuti ujian komprehensif untuk lulus sebagai sarjana dari FEUI, aku meneleponnya dari sebuah wartel di kampus UI Depok. "Mom, aku nggak lulus," kataku lemas. "Ya, sudahlah, nggak apa-apa. Kamu coba lagi di waktu lain. Waktumu kan masih panjang. Kamu pasti lulus."

    Kalimat yang pendek seringkali menyentuh jiwa seseorang. Kerap kali aku mengalami hal itu ketika ibuku berbicara kepadaku. Aku bersyukur mendapat kesempatan memiliki seorang sahabat, ibuku sendiri. Aku bisa menggandengnya ketika hendak menyeberang, merangkulnya sambil berjalan menuju salon, merayunya agar mau menuruti keinginanku, dan sebagainya.

    Selamat Hari Ibu, untuk ibu-ibu yang ada di seluruh bumi nusantara ini. Menjadi ibu adalah anugerah terindah dari Tuhan. Anda bisa mencetak anak-anak muda generasi penerus yang diberkati dan memberkati banyak orang. Kiranya semua ibu beroleh umur panjang dan hikmat kebijaksanaan untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya. (December 22, 2003)

    Berbahagialah teman, yg Ibu masih berada disamping kalian, menyayangi kalian, selalu disamping kalian ... aku .. ikut berdo'a ... :) Kembalilah Ibu .. aku juga merindukanmu seperti mereka ...



    mutadayyinah writes "Seorang anak mendapatkan ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera mengesatkan tangan di apron menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya.

    Kos upah membantu ibu
    Tolong pergi kedai $4.00
    Tolong jaga adik $4.00
    Tolong buang sampah $1.00
    Tolong kemas bilik $2.00
    Tolong siram bunga $3.00
    Tolong sapu sampah $3.00
    Jumlah : S$17.00

    Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak sambil sesuatu berlegar-legar si mindanya. Si ibu mencapai sebatang pen dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

    Kos mengandungkanmu selama 9 bulan - PERCUMA
    Kos berjaga malam kerana menjagamu - PERCUMA
    Kos air mata yang menitis keranamu - PERCUMA
    Kos kerunsingan kerana bimbangkanmu - PERCUMA
    Kos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu -PERCUMA
    Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - PERCUMA

    Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,"Saya Sayangkan Ibu". Kemudian si anak mengambil pen dan menulis'Telah Dibayar' pada mukasurat yang ditulisnya.

    Diriwayatkan seorang telah bertemu Rasulullah SAW dan bertanya,"Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak mendapat layanan baik dariku?" Rasulullah menjawab,"Ibumu (dan diulang sebanyak tiga kali), kemudian ayahmu, kemudian saudara-saudara terdekatmu."

    Click Title for Link Original Article ^_^


    Wednesday, March 17, 2004

    Teman Sejati bukan Diukur Materi

    Makkah mulanya adalah kota kecil yang sejak dulu dikenal sebagai kota transit perdagangan. Penduduknya dikenal sangat piawai berbisnis. Dari sini lahir beberapa konglomerat multinasional pada zamannya. Berkaitan dengan sukses usaha mereka, Allah telah mencatatnya dalam al-Qur'an, "Karena kebiasaan orang-orang Qurasy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas." (QS al-Quraisy: 1 dan 2)

    Ada beberapa konglomerat yang sangat dikenal pada saat itu. Satu di antaranya adalah Khadijah, istri Rasulullah saw sendiri. Modal Khadijah membengkak berlipat-ganda setelah perusahaannya dimanajeri oleh Muhammad. Akhirnya kedua insan itu menikah. Lalu jadilah suami-istri ini dikenal luas sebagai pedagang yang sukses.

    Selain Khadijah, ada lagi konglomerat sukses bernama Uqbah bin Abi Mu'ith. Ia dikenal sebagai pengusaha multinasional. Pada musim panas, ia berdagang ke negara-negara di sebelah utara (Syam). Sedangkan pada musim dingin, ia berdagang di negara-negara selatan (Yaman).

    Sebagai bisnisman, Uqbah menjalin hubungan yang akrab dengan semua kolega dan relasinya. Untuk itu ia tak segan-segan untuk mengeluarkan biaya dari sakunya sendiri. Kadang mentraktir makan teman bisnisnya, tak jarang mengundang makan-makan dalam acara tasyakuran. Dalam acara ini biasanya ia mengundang para tokoh masyarakat, baik dari kalangan pengusaha maupun tokoh berpengaruh lainnya.

    Dalam suatu perjamuan makan, Uqbah mengundang Rasulullah dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh. Kesempatan ini dimanfaatkan Rasulullah untuk berdakwah. Ketika hidangan sudah tersedia, Rasulullah berkata, "Wahai Uqbah, saya tidak akan makan hidangan Anda sampai Anda bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan saya adalah rasul-Nya." Secara spontan Uqbah menyanggupinya, dan tak lama kemudian ia mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan orang banyak. Uqbah telah masuk Islam.

    Mengetahui keislaman Uqbah ini, teman-teman bisnisnya banyak yang terkejut. Salah satu di antaranya adalah Ubay bin Khalaf. Ia menanyakan kebenaran berita itu. Ia berkata, "Kamu sudah rusak, hai Uqbah."

    Apa jawab Uqbah? "Demi Allah, aku tidak rusak. Aku lakukan hal itu karena pada perjamuan makan itu ada seorang tamu. Ia tidak mau menyentuh makananku sebelum aku bersaksi di hadapannya. Aku malu jika ada tamu yang keluar dari rumahku sementara ia belum memakan hidanganku."

    Memahami sikap koleganya seperti ini, Ubay malah memanfaatkan situasi. Ia katakan kepada Uqbah, "Aku tidak rela. Aku tidak ingin melanjutkan hubungan perdagangan ini denganmu sampai kamu menyatakan keluar dari agama Muhammad. Nyatakan hal itu di hadapannya. Caci maki dia di hadapan orang banyak. Satu lagi, ludahi wajahnya."

    Uqbah terkejut. Ia tidak menyangka jika kesaksiannya di hadapan Muhammad akan berakibat fatal seperti ini. Sebagai pebisnis tulen, ia hanya mau tahu keuntungan. Dalam kepalanya, semua kegiatannya dihitung berdasarkan untung rugi, cost-benefit ratio. Ia rela mengeluarkan biaya besar dalam acara tasyakkuran tak lain bertujuan untuk menjalin relasi bisnis, yang ujung-ujungnya adalah laba bisnis. Rumus bisnis telah tertanam di kepalanya, yaitu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

    Orang semacam Uqbah ini pada dasarnya tidak mempunyai agama dan ideologi. Keuntungan itulah ideologinya. Ia tak pernah peduli apa agama yang dipeluk seseorang. Yang penting baginya adalah bisnisnya aman. Siapa saja yang bisa diajak bisnis dan menguntungkan, diajaknya berteman. Saudara dekatnya sendiri jika tidak bisa diajak bisnis tak akan diajak berteman. Dalam menjalin relasi ia tak peduli apakah seorang Nasrani, Yahudi, Majusi, atau Islam.

    Setelah menghitung untung-ruginya secara matang, atas desakan Ubay, akhirnya ia menemui Rasulullah. Di hadapan Rasulullah ia menyatakan keluar dari Islam. Iapun mencaci-maki dan tak lupa meludahi wajah beliau yang suci. Atas perlakuan ini Rasulullah bersabda, "Kelak engkau akan keluar dari Makkah dari bukit sebelah itu, dan aku akan menyambutmu dari bukit sebelah itu. Pada saat itu engkau menyesali perbuatanmu." Dalam riwayat yang lain, ludahnya kembali ke wajahnya dan membakar pipinya. Luka bakar pipinya itu tak pernah sembuh sampai dibawa ke liang kuburnya.

    Apa yang dikatakan Rasulullah semuanya benar. Uqbah keluar dari Makkah, ikut perang Uhud. Dalam peperangan itu ia tertawan. Tangannya terbelenggu dan lehernya dipancung. Ia menyesal atas perlakuannya yang lebih memilih kawan bisnis daripada kawan yang sebenarnya. Agar peristiwa ini dijadikan ibrah dan pelajaran yang berharga bagi kaum muslimin, maka Allah swt mendokumentasikannya dalam sebuah firman-Nya:

    "Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur'an setelah al-Qur'an itu telah datang kepadaku.' Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia." (QS al-Furqaan: 27-28)

    Sejarah memang terus berulang. Apa yang terjadi saat ini sesungguhnya merupakan pengulangan sejarah masa lalu. Isi dunia dari dulu hinga sekarang tetap, tak mengalami perubahan. Yang pasti di dunia ini selalu ada dua hal yang berpasangan. Ada baik, ada buruk. Ada orang yang berwatak dan berakhlaq mulia, dan ada pula yang berwatak jahat. Itulah isi dunia.

    Empat belas abad yang lampau sudah ada orang yang bernama Uqbah, yang ideologinya uang. Pada masa kini, Uqbah sudah beranak bercucu. Jumlahnya meningkat karena mengalami proses perkembangbiakan yang luar biasa.

    Di saat materi menjadi isme, ajaran, dogma, dan nilai yang dijadikan sebagai alat ukur dan barometer keberhasilan seseorang, maka meteri menjadi sentral kehidupan. Secara berkelakar seorang pakar dalam sebuah diskusi yang diliput 4 televisi swasta mengatakan, "Untuk sukses saat ini diperlukan 4 hal, yaitu: Satu, duit. Dua, uang. Tiga, fulus. Empat, money."

    Orang tidak lagi mengenal tetangga rumahnya, sebab persahabatan di dunia sekarang, utamanya di kota-kota besar hanya didasarkan pada uang. Teman, kenalan, sahabat bukan di rumah, tapi di kantor, di pasar, di gedung-gedung bertingkat.

    Suatu ketika ada seorang meninggal dunia. Para tetangganya tidak tahu. Meskipun yang ikut merawat dan memakamkannya banyak, tapi semuanya adalah kolega kerjanya. Begitulah gambaran pergaulan manusia sekarang. Bila ada yang sakit, yang datang menjenguk bukan tetangga dekatnya, bukan pula saudaranya yang karena sibuk mencari uang mereka terpencar entah di mana. Yang datang menjenguk lagi-lagi adalah teman sekantor, teman sekerja, kolega usaha, paling jauh anggota jama'ahnya, itupun kalau ada.

    Pertemanan yang didasarkan atas kepentingan ekonomi sebenarnya boleh-boleh saja. Rasulullah tidak melarangnya. Akan tetapi jika pertemanan ini harus mengorbankan aqidah, syari'ah dan akhlaq, maka sebaiknya dihindari saja. Pertemanan semacam ini hanya membawa manusia kepada kebinasaan, kehancuran, dan kehinaan di sisi Allah swt. Tentang masalah pertemanan ini Allah swt telah memberikan bimbingan kepada kita melalui firman-Nya:

    "Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." (QS al-Kahfi: 28)

    Kita dibebaskan untuk memilih teman, koneksi, kolega, baik secara pribadi-pribadi maupun secara institusi. Tapi satu hal yang pasti, hendaknya kita lebih memilih teman dan sahabat yang sejati, yang selalu mengajak kita menghadapkan wajah dan pikiran kepada Allah swt.

    Boleh jadi berteman dengan mereka tidak mendatangkan keuntungan materi yang bisa dinikmati dalam jangka pendek, tapi bersama mereka kita akan meraih keuntungan besar dalam jangka panjang.

    Sumber : Unknown


    Cinta ???

    Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau
    dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya.
    Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru
    berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan
    terburu-buru dan pilih yang terbaik.

    Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

    Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah
    membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.
    Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah
    membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk
    menangkapnya...

    Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?",
    tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok".
    Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa
    adanya".

    Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian
    sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat
    hidup yang berkualitas.

    Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

    Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi
    jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah
    untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

    Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia
    bersama kamu.

    Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih
    menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih
    menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang
    sesungguhnya kamu rasakan.

    Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh
    cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah
    menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
    Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it"
    setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi...

    Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)


    Monday, March 15, 2004

    Menjaga Api Semangat dan Keistiqamahan

    Dalam kehidupan yang kita tempuh ini ada kalanya kita merasa bosan dan malas, atau dalam istilah agama Islam adalah Futur. Ini adalah hal yang sering terjadi pada kita sebagai ummat Islam khususnya atau manusia pada umumnya.

    Seperti kita ketahui bahwa semangat adalah hal yang sangat penting diperlukan dalam mengarungi setiap langkah kita menuju impian dan cita-cita. Karena semangat adalah bahan bakar yang akan membuat kita tetap melaju. Semangat bagaikan bensin dalam tanki motor yang membuat motor itu tetap jalan, atau minyak tanah pada kompor yang membuat kompor itu tetap dapat digunakan. Semangat bila dipadukan dengan keistiqamahan kita pada jalan Islam akan menghasilkan kekuatan besar.

    Nah, kembali pada awal tulisan ini bahwa semangat dan keistiqamahan kita terkadang mengecil bahkan hilang. Kalau ini sudah terjadi, maka berat bagi kita untuk mengerjakan apapun untuk mewujudkan impian kita. Ketika api itu meredup, maka lambat sekali kita berjalan, malas, atau istilah anak muda sekarang adalah Bete. Kalau sudah bete, biasanya kita jadi membuang-buang waktu, mencari hiburan dan kesenangan yang sesaat. Terkadang kita tidak peduli apakah hiburan dan kesenangan itu melanggar perintah Allah atau tidak. Inilah berbahayanya.

    Jika ada di antara kita yang seperti itu. Ketika sedang semangat- semangatnya mengejar suatu cita-cita dan impian. Ketika tidak ada seorangpun yang bisa mencegah kita dalam mengejarnya. Lalu karena suatu hal tiba - tiba semangat kita hilang. Mungkin karena merasa tidak ada manusia yang memuji kita. Atau merasa tidak ada gunanya melanjutkan lagi karena sepertinya tidak berguna. Merasa membuang-buang waktu percuma, merasa kehilangan kesempatan untuk menikmati masa muda. Maka itulah saatnya kita menginstrospeksi diri, saatnya men-charge energi kita. Saatnya mengisi bensin motor.

    Hal yang pertama harus kita lakukan adalah meluruskan lagi niat kita. Ketika tidak ada manusia yang menghargai pekerjaan kita, maka yakinlah bahwa Allah melihatnya dan menghargainya. Dan yakin bahwa Allah akan membalas dengan banyak hal yang tidak kita duga-duga baik di dunia atau di akherat kelak. Ingat, tidak ada usaha yang Allah sia-siakan jika niat kita memang karena-Nya. Berhasil atau tidak Allah akan menghargainya.

    Merasa membuang-buang waktu percuma? Tepiskan perasaan itu, jika kita adalah seorang yang menekuni suatu bidang ilmu yang membutuhkan pengorbanan waktu. Maka waktu yang kita korbankan itulah yang milik kita, itulah investasi kita untuk kebahagiaan di masa mendatang. Justru membuang-buang waktu adalah bila kita tidak berbuat apa-apa atau hanya menuruti hawa nafsu belaka. Maka, sadari itu, tekankan dalam alam bawah sadar. Insya Allah energi kita akan kembali membesar. Kalaupun energi itu belum membesar seketika. Maka tetaplah berbuat dan istiqamah. lambat laun semangat itu akan kembali timbul. Yang tidak boleh dilupakan adalah variasi dan kreativitas kita untuk mengalahkan sang "Futur".

    Insya Allah kita akan selalu siap menghadapi setiap perasaan "Futur" yang selalu datang kapan saja dengan tetap istiqamah karena Allah semata.

    Oleh Martha Yoga (motivasi islami)


    Sunday, March 14, 2004

    Menikmati Kesulitan dan Tantangan

    Kekuatan tidak didapat dari leha-leha dan pekerjaan gampangan.
    Anda bisa menanyakannya kepada para olahragawan, atlet binaraga misalnya.
    Segalanya datang dari kesulitan dan tantangan.
    Para atlet binaraga tahu bahwa mereka harus menempa semua otot mereka agar bertumbuh. Dan sama dengan hal itu, karakter anda akan ditempa dengan kesulitan yang anda temui.

    Tanpa kesulitan, kita tidak akan mengenal kenikmatan, apalagi menikmatinya.
    Kesulitan dalam hidup, hanyalah demi anda lebih mengenali kenikmatan hidup.
    Setiap rintangan yang berhasil diatasi, akan membuat anda menjadi lebih
    kuat. Setiap tantangan yang anda lewati, menghasilkan kegembiraan yang lebih
    sempurna.

    Tantangan memberi kita tugas untuk dikerjakan.
    Bayangkan betapa keringnya hidup bila segala sesuatu muncul begitu saja saat
    anda inginkan. Hargailah masa susah, karena masa itu berlimpah kesempatan.
    Bangkitlah menghadapi tantangan pahit, dan hidup anda akan terasa manis.

    Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)


    Friday, March 12, 2004

    Kekuatan Kata-kata

    Mark Twain mengungkapkannya dengan sangat indah ketika mengatakan "Udara sangat dingin, sehingga jika termometer ini lebih panjang satu inci saja, kita pasti akan mati membeku"

    Kita memang akan mati beku dalam kata2. Yang menjadi persoalan bukanlah suhu dingin yang ada diluar, tetapi termometer. Yang menjadi persoalan bukanlah realitas, tetapi kata-kata yang anda ucapkan pada diri anda mengenai realitas itu.

    Saya pernah mendengar cerita yang menarik mengenai seorang petani di
    Finlandia. Ketika garis batas antara Finlandia dan Rusia sedang ditentukan, petani itu harus memutuskan apakah dia ingin berada di Finlandia atau di
    Rusia. Setelah memikirkan cukup lama, dia memutuskan untuk berada di
    Finlandia, tetapi dia tidak ingin melukai perasaan pejabat Rusia. Pejabat Rusia itu datang kepadanya dan bertanya mengapa dia ingin berada di Finlandia.
    Petani itu menjawab,"Sudah merupakan kerinduanku sejak dulu untuk tinggal di tanah tumpah darahku Rusia, tetapi pada usiaku yang sudah lanjut seperti ini, aku tidak dapat bertahan menghadapi musim dingin di Rusia."

    Rusia dan Finlandia hanyalah kata-kata, konsep, tetapi tidak demikian halnya
    bagi manusia, tidak bagi manusia yang gila, yang menganggap kata-kata dan konsep itu sama dengan realitas. Kita hampir tidak pernah melihat
    realitas.

    Suatu saat seorang guru berusaha untuk menjelaskan kepada sekelompok orang bagaimana orang2 bereaksi terhadap kata2, menelan kata2, hidup dalam kata2, ketimbang dalam realitas.

    Salah seorang dari kelompok itu berdiri dan mengajukan protes, dia berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapat anda bahwa kata2 mempunyai efek yang begitu besar terhadap diri kita."
    Guru itu berkata," Duduklah, ANAK HARAM."

    Muka orang itu menjadi pucat karena marah dan berkata," Anda menyebut diri
    Anda sebagai orang yang sudah mengalami pencerahan, seorang guru, seorang yang bijaksana, tetapi seharusnya Anda malu dengan diri Anda sendiri."

    Kemudian Guru itu berkata, "Maafkan saya, saya terbawa perasaan. Saya benar2 mohon maaf, itu benar2 di luar kesadaran saya, saya mohon maaf." Orang itu akhirnya menjadi tenang.

    Kemudian Guru berkata lagi,"HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK
    MEMBANGKITKAN KEMARAHAN DALAM DIRI ANDA; DAN HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK MENENANGKAN DIRI ANDA, BENAR BUKAN?"

    Sumber: Disadur dari dari buku Awareness - Anthony de Mello


    Thursday, March 11, 2004

    Cinta dan Persahabatan

    Mana yang Mesti Lebih Diutamakan?

    TERKADANG sulit sekali rasanya mengungkapkan rasa cinta. Namanya juga pacar,
    pastilah Anda mencintainya. Tapi ternyata orang-orang di sekitar Anda sebal
    setengah mati dengan tingkah lakunya, malah banyak dari mereka yang
    mengusulkan agar Anda putus saja dengannya.

    Memang kalau sudah begini terasa sulit sekali mempertahankan hubungan cinta
    ini bila hanya Anda sendiri yang nyata-nyata mencintainya. Apalagi banyak
    hal yang seharusnya tak menjadi masalah, seperti si dia yang mulai
    berprasangka bahwa sikapmu lain padanya saat sedang bertemu dengan
    teman-temanmu, sementara teman-temanmu merasa kamu mengkhianati pertemanan
    demi sang kekasih semata.

    Lama-kelamaan situasi seperti ini akan membuat Anda ragu pada diri sendiri -
    sebenarnya siapakah yang sebenarnya mencintai Anda, dan siapakah yang
    sebenarnya layak Anda cintai? Nah, kali ini kami bermaksud mengajak Anda
    mengevaluasi kadar cinta Anda padanya, agar tidak timpang dan garing di
    tengah jalan.

    Terkadang saking terlalu cinta dan mempertahankan gengsi, kita menolak semua
    usul yang diberikan oleh orang-orang terdekat kita. Terkadang kita juga
    terlalu ngotot mengabaikan pendapat-pendapat itu hingga akhirnya terjerumus
    sendiri. Padahal biasanya keluarga dan teman lebih tahu apa yang terbaik
    buat kita, diakui atau tidak, kebanyakan pendapat dan saran mereka hampir
    selalu benar. Namun dengan begitu kita juga tidak harus selalu mengandalkan
    pendapat orang lain. Kita harus belajar dan bisa mengambil keputusan sendiri
    apa yang terbaik untuk diri kita.

    Jadi apa motif di balik misteri 'tidak ada yang mencintainya kecuali Anda',
    dan mengapa orang-orang di sekeliling Anda membencinya? Segera cari tahu
    penyebabnya! Tanyakan pada mereka alasan mengapa mereka tak menyukainya.
    Dengan begitu paling tidak Anda mulai bisa melihat duduk persoalannya.
    Biasanya mereka bisa memberikan alasan yang lebih masuk akal ketimbang
    sekedar alasan 'si dia bukan tipe kamu' atau 'si dia nggak nyambung dengan
    kita' - sebaiknya jangan diambil pusing. Karena alasan ini adalah jawaban
    yang tipikal/klise teman-teman yang tidak ingin ada orang lain masuk dalam
    kehidupan mereka.

    Perlu Anda tahu juga bahwa sebuah persahabatan sejati harus harus bisa
    saling menghargai kebebasan setiap individu.
    Usahakan untuk bersikap jujur jika orang-orang di sekeliling Anda tidak
    menyukai si dia. Jelaskan pada mereka bahwa Anda belum tahu apakah Anda
    benar-benar jatuh cinta padanya karena sampai detik ini Anda berdua masih
    saling menjajaki. Minta pada mereka supaya memberikan Anda kesempatan untuk
    lebih mengenalnya. Jadi silakan saja kumpul-kumpul bersama mereka, tapi
    jangan lupa juga tegaskan pada mereka bahwa Anda juga perlu waktu untuk
    bersama pacar tercinta.

    Jika mereka masih antipati dengan si dia, maka keputusan final sebenarnya
    tetap berada di tangan Anda. Memang situasi seperti ini pasti membuat Anda
    kesal dan sedih, namun ini resolusi paling praktis tanpa harus menyakiti
    hati salah satu pihak. Memang, untuk menyenangkan semua pihak itu tak mudah,
    akan tetapi tak adil juga jika mereka bersikap sesuka mereka pada Anda.
    Mungkin beberapa perbedaan (seperti halnya perbedaan agama) sangat sulit
    diatasi. Sama juga halnya dengan perbedaan suku bangsa. Jadi teguhkan
    prinsip Anda, jangan mau diultimatum siapapun. Jika keluarga ataupun
    teman-teman suka mengultimatum Anda seperti ini sama saja dengan kekasih
    yang posesif dan iri terhadap kehidupan sosial Anda.

    Boleh jadi Anda saat ini tengah menjalani hari-hari yang penuh kritikan
    tajam dari sahabat dan keluarga Anda. Jika menurut Anda mereka berlebihan,
    tapi mungkin ada baiknya jika Anda mendengar dan menyimak apa yang mereka
    ributkan. Setidaknya, Anda harus berani mengakui bahwa mereka-lah yang
    selama ini mengenal Anda dengan baik. Oleh sebab itu mereka pula lah yang
    lebih mampu melihat kejanggalan hubungan cinta Anda, yang mungkin selama ini
    tidak tampak di mata Anda.

    Percaya-tidak percaya, sahabat-sahabat kita bisa lebih peka pada perilaku
    kekasih-kekasih yang diluar norma-norma pacaran yan seharusnya. Jika mereka
    melihat gelagat kekasih kita mempunyai sifat yang penipu dan suka
    memanfaatkan orang lain untuk kepentingannya sendiri, maka ada baiknya Anda
    cermati. Jangan sampai ketika Anda sudah ditinggalkan dan terpuruk, semua
    bukti dan nasihat yang pernah mereka ungkapkan dulu baru membuka hati dan
    pikiran Anda.

    Jadi, perhatikan kata kunci yang diucapkan orang-orang terdekat kita. Jika
    mereka mengatakan kekasih kita terlalu kelewat terbawa perasaan, agresif,
    posesif, suka menyakiti Anda (misalnya mencubit terlalu keras, suka main
    kasar, suka mengejek dan mencela, apalagi suka memukul) dan kerjanya hanya
    menguras habis dompet Anda - turuti nasihat mereka!

    Tapi jika masalahnya hanya sekadar si dia yang sesuai dengan standar
    teman-teman Anda, tak perlu Anda ikuti kemauan mereka dan pertahankan
    hubungan cinta Anda. Apalagi sahabat-sahabat seperti ini tidak terbiasa
    dengan status kita yang sudah punya kekasih ini, dan selalu menganggap kita
    masih single seperti dulu.

    Jika demikian adanya, maka merekalah yang harus Anda uji. Sebab sahabat
    sejati akan menerima kehidupan baru, memberikan privasi dan selalu mendukung
    Anda.

    Jadi, pandai-pandailah menjalin persahabatan dan mencari satu-satunya
    kekasih. Usahakan keduanya bisa Anda rangkul.

    Sumber: Unknown


    Tuesday, March 09, 2004

    unSeen Love

    Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan?
    Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT...

    Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita.. kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA...

    Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan.. Orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan... Tapi ingatlah... melepaskan BUKAN akhir dari dunia.. melainkan awal suatu kehidupan baru.. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
    mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari... dan mereka yang telah mencoba ..

    Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.. CINTA yang AGUNG?
    Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..
    Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..
    Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'.

    Apabila cinta tidak berhasil... BEBASKAN dirimu... Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI .. Ingatlah...bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi.. ketika cinta itu mati..
    kamu TIDAK perlu mati bersamanya...

    Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. Entah bagaimana...dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri.. dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat.

    TEMAN SEJATI... mengerti ketika kamu berkata 'Aku lupa..'
    Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu sebentar'
    Tetap tinggal ketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri'
    Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata 'Bolehkah saya masuk?'
    MENCINTAI... BUKANlah bagaimana kamu melupakan..melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..

    BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan..melainkan bagaimana kamu MENGERTI..
    BUKANlah apa yang kamu lihat..melainkan apa yang kamu RASAKAN.. BUKANlah bagaimana kamu melepaskan.. melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..

    Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...dibandingkan menangis tersedu-sedu..
    Air mata yang keluar dapat dihapus.. sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..

    Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang.. Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia.. dapat mencintai seseorang..LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri..

    Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

    Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.. jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai MELAINKAN...BERJUANGLAH demi cintamu. Itulah CINTA SEJATI. Lebih baik
    menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang 'yang tersedia'

    Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

    Sumber: Unknown


    Thursday, March 04, 2004

    Satu Langkah Perjalanan Panjang

    Hitungan perjalananku ...
    telah bertambah satu langkah detik ini
    Sisa langkah hidupku
    pun semakin berkurang satu angka di dunia
    Hari yang istimewa ialah sebuah peringatan kebesaranku
    Hari yang sempurna adalah sebuah pertanda aku ada

    semilir sang bayu menyejukkan suasana malam
    menjemput mimpi memapah asa
    dan mereka tahu dengan senyum saat itu adalah malam ini
    bintang kembali berhamburan
    setelah hujan rintik dan mendung dan awan hilang
    meng-iring detik-detik keindahan sebuah makna
    datang ...
    dan saat ini telah tiba
    alam pun tersenyum untukku

    Setiap datang masa ini
    Aku ... berdo'a, bersujud, bersyukur
    Tafakur ...

    Ya Allah ...
    Terima kasih sujud syukurku
    Engkau telah sampaikan langkahku sampai detik bersejarah ini
    Kupohonkan Maaf segala salah khilaf ku seorang insan-Mu
    Tiada terperikan segala dosaku telah kuperbuat kuberlaku di dunia fana
    Akankah hamba ... pantas menjadi penghuni surga-Mu
    Hanya Engkau yang bisa memaafkan wahai Maha Pengampun
    Hanya Engkau ...
    Dan aku pun sujud tafakur hanya ... kepadaMu Ya Allah
    Karuniakanlah lagi satu kesempatan terbaik untuk insan-Mu ini
    Memperbaiki diri, mengingat yang terlupa, menghapus salah tersisa
    Berharap satu asa ...
    Tuntunlah hamba selalu
    dalam melangkahkan kaki ini lurus dalam jalan-Mu
    menuju keindahan dunia
    pun elok surga-Mu
    atas Kehendak-Mu
    Amin ...

    kutakupkan kedua telapak tanganku ke raut muka
    kupejamkan mata
    kurenungkan segala makna
    Setetes Air Mata Bahagia ...

    Malam Ini ...
    Yogyakarta, 04 Maret 2004


    ( buat seorang sahabat, semoga lekas sembuh ... aku ikut dalam do'a )