ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Kisah Seorang Ibu
  • Nilai Kasih Ibu
  • Teman Sejati bukan Diukur Materi
  • Cinta ???
  • Menjaga Api Semangat dan Keistiqamahan
  • Menikmati Kesulitan dan Tantangan
  • Kekuatan Kata-kata
  • Cinta dan Persahabatan
  • unSeen Love
  • Satu Langkah Perjalanan Panjang


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Saturday, March 20, 2004

    Kisah Sederhana Yang Begitu Indah

    Pada suatu malam yang dingin dan hujan, saya sedang
    menunggu bis. Saya melihat seorang perempuan tua turun dari sebuah bis
    dan kemudian berjalan perlahan ke tempat pemberhentian bis. Setelah
    berdiam beberapa saat dia berbicara kepada saya. "Malam yang
    buruk, ya? Tapi saya harap saya tidak perlu menunggu terlalu lama." Dengan
    sedikit ingin tahu, saya bertanya tentang bis mana yang ia tunggu.

    Ketika ia memberi tahu, saya berkata, "Lho, Anda baru saja
    turun dari bis sebelum tempat yang anda tuju?"
    "Begini, katanya terbata-bata dengan sedikit malu, "di bis
    tadi ada seorang pemuda cacat. Tak seorang pun menawarkan tempat
    duduk kepadanya, dan saya tahu bahwa dia akan merasa malu kalau
    seorang ibu tua seperti saya berdiri untuknya. Karena itu saya
    berpura-pura sudah waktunya untuk turun dan saya membunyikan bel ketika ia sedang berada di sisi kursi saya. Dia tidak merasa malu, dan bagi saya -
    masih selalu ada bis lain."

    Motivation Angel Milis.