Dalam kehidupan yang kita tempuh ini ada kalanya kita merasa bosan dan malas, atau dalam istilah agama Islam adalah Futur. Ini adalah hal yang sering terjadi pada kita sebagai ummat Islam khususnya atau manusia pada umumnya.
Seperti kita ketahui bahwa semangat adalah hal yang sangat penting diperlukan dalam mengarungi setiap langkah kita menuju impian dan cita-cita. Karena semangat adalah bahan bakar yang akan membuat kita tetap melaju. Semangat bagaikan bensin dalam tanki motor yang membuat motor itu tetap jalan, atau minyak tanah pada kompor yang membuat kompor itu tetap dapat digunakan. Semangat bila dipadukan dengan keistiqamahan kita pada jalan Islam akan menghasilkan kekuatan besar.
Nah, kembali pada awal tulisan ini bahwa semangat dan keistiqamahan kita terkadang mengecil bahkan hilang. Kalau ini sudah terjadi, maka berat bagi kita untuk mengerjakan apapun untuk mewujudkan impian kita. Ketika api itu meredup, maka lambat sekali kita berjalan, malas, atau istilah anak muda sekarang adalah Bete. Kalau sudah bete, biasanya kita jadi membuang-buang waktu, mencari hiburan dan kesenangan yang sesaat. Terkadang kita tidak peduli apakah hiburan dan kesenangan itu melanggar perintah Allah atau tidak. Inilah berbahayanya.
Jika ada di antara kita yang seperti itu. Ketika sedang semangat- semangatnya mengejar suatu cita-cita dan impian. Ketika tidak ada seorangpun yang bisa mencegah kita dalam mengejarnya. Lalu karena suatu hal tiba - tiba semangat kita hilang. Mungkin karena merasa tidak ada manusia yang memuji kita. Atau merasa tidak ada gunanya melanjutkan lagi karena sepertinya tidak berguna. Merasa membuang-buang waktu percuma, merasa kehilangan kesempatan untuk menikmati masa muda. Maka itulah saatnya kita menginstrospeksi diri, saatnya men-charge energi kita. Saatnya mengisi bensin motor.
Hal yang pertama harus kita lakukan adalah meluruskan lagi niat kita. Ketika tidak ada manusia yang menghargai pekerjaan kita, maka yakinlah bahwa Allah melihatnya dan menghargainya. Dan yakin bahwa Allah akan membalas dengan banyak hal yang tidak kita duga-duga baik di dunia atau di akherat kelak. Ingat, tidak ada usaha yang Allah sia-siakan jika niat kita memang karena-Nya. Berhasil atau tidak Allah akan menghargainya.
Merasa membuang-buang waktu percuma? Tepiskan perasaan itu, jika kita adalah seorang yang menekuni suatu bidang ilmu yang membutuhkan pengorbanan waktu. Maka waktu yang kita korbankan itulah yang milik kita, itulah investasi kita untuk kebahagiaan di masa mendatang. Justru membuang-buang waktu adalah bila kita tidak berbuat apa-apa atau hanya menuruti hawa nafsu belaka. Maka, sadari itu, tekankan dalam alam bawah sadar. Insya Allah energi kita akan kembali membesar. Kalaupun energi itu belum membesar seketika. Maka tetaplah berbuat dan istiqamah. lambat laun semangat itu akan kembali timbul. Yang tidak boleh dilupakan adalah variasi dan kreativitas kita untuk mengalahkan sang "Futur".
Insya Allah kita akan selalu siap menghadapi setiap perasaan "Futur" yang selalu datang kapan saja dengan tetap istiqamah karena Allah semata.
Oleh Martha Yoga (motivasi islami)