ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Kisah Sederhana Yang Begitu Indah
  • Kisah Seorang Ibu
  • Nilai Kasih Ibu
  • Teman Sejati bukan Diukur Materi
  • Cinta ???
  • Menjaga Api Semangat dan Keistiqamahan
  • Menikmati Kesulitan dan Tantangan
  • Kekuatan Kata-kata
  • Cinta dan Persahabatan
  • unSeen Love


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Monday, March 22, 2004

    Tiga Nasehat Burung

    Ada seorang laki-laki yang menangkap seekor burung. Burung itu berkata kepadanya, ”Aku tidak akan berarti apa-apa bagimu sebagai tawanan. Biarkan aku lepas, dan sebagai gantinya aku akan memberimu beberapa nasihat yang berharga.”

    Sang burung berjanji bahwa ia akan memberi nasihat pertama selagi masih berada dalam genggaman orang tersebut, nasihat kedua ketika ia sampai di sebuah dahan, nasihat ketiga ketika ia telah sampai ke puncak gunung.

    Orang tersebut setuju, dan meminta nasihat pertama.

    Burung berkata : “Jika engkau kehilangan sesuatu, meski itu sangat berarti bagimu seperti kehidupan itu sendiri, janganlah disesali.”

    Kini orang tersebut membiarkan burung pergi, dan ia bertengger di atas sebuah dahan.

    Sang burung melanjutkan pada nasihat yang kedua :

    ”Jangan percaya kepada apa pun yang bertentangan dengan akal tanpa bukti.”

    Kemudian burung terbang ke puncak gunung. Dari situ ia berkata :

    “Wahai orang yang tidak beruntung! Dalam tubuhku terdapat dua permata, dan seandainya saja engkau tadi membunuhku maka kedua permata itu akan menjadi milikmu.”

    Orang tersebut merasa bersedih karena kehilangan kesempatan untuk mendapatkan permata, tetapi ia berkata: “Paling tidak sekarang, tolong katakan kepadaku nasihat ketiga.”

    Sang burung menjawab :

    “Betapa bodohnya engkau, meminta lebih banyak nasihat ketika engkau tidak bisa memikirkan dua nasihat yang pertama! Aku ingatkan kembali bahwa tidak ada perlunya mengkhawatirkan apa yang telah hilang, dan jangan percaya kepada sesuatu yang bertentangan dengan akal. Sekarang engkau malah melakukan keduanya. Engkau mempercayai sesuatu yang menggelikan dan berduka karena kehilangan sesuatu. Aku tidak cukup besar untuk memiliki permata yang tersimpan dalam tubuhku.”

    “Engkau orang bodoh. Maka dari itu engkau semestinya berada dalam keterbatasan-keterbatasan yang pada umumnya diberikan kepada manusia.”

    (yahoogroups.com dari Idries Shah)