ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Ayam dan Sapi
  • Tiga Nasehat Burung
  • Kisah Sederhana Yang Begitu Indah
  • Kisah Seorang Ibu
  • Nilai Kasih Ibu
  • Teman Sejati bukan Diukur Materi
  • Cinta ???
  • Menjaga Api Semangat dan Keistiqamahan
  • Menikmati Kesulitan dan Tantangan
  • Kekuatan Kata-kata


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Thursday, March 25, 2004

    True Love

    Jika sekarang anda memiliki seorang yang sangat dicintai, Ingatlah
    selalu kebaikannya, sayangilah segalanya, agar segala perasaan yang
    indah menjadi nyata.

    Touching Story

    Tahun itu, dia mendadak muncul, tampangnya tidak seberapa. Di bawah
    dukungan teman sekamar, yakni Siao Cien, dengan memaksakan diri aku
    bersahabat dengan dia.Secara perlahan, aku mendapati bahwa dia adalah
    orang yang penuh pengertian dan lemah lembut. Hari berlalu, hubungan kami
    semakin dekat, perasaan di antara Kami semakin menguat, dan juga mendapat
    dukungan dari teman-teman. Pada suatu hari di tahun kelulusan kami, dia berkata
    padaku :"Saya telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi
    tetapi di Amerika, dan saya tidak tahu akan pergi berapa lama, kita bertunangan
    dulu,bolehkah ?"

    Mungkin dalam keadaan tidak rela melepas kepergiannya, saya
    mengangguk.Oleh karena itu sehari sesudah hari wisuda, hari itulah merupakan hari
    pertunangan kami berdua.Setelah bertunangan tidak berapa lama,
    bersamaan dengan ucapan selamat dan perasaan berat hati dalam hatiku,
    dia menaiki pesawat dan terbang menuju sebuah negara yang asing.Saya
    juga mendapatkan sebuah pekerjaan yang bagus, memulai hari bekerja
    dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Telpon interlokal merupakan cara
    kami untuk tetap berhubungan dan melepas kerinduan.
    Suatu hari, sebuah hal yang naas terjadi pada diri.
    Pagi hari, dalam perjalanan menuju tempat kerja, sebuah taksi demi
    menghindari seekor anjing di jalan raya, mendadak menikung tajam.
    Tidak tahu lewat berapa lama, saat siuman telah berada di rumah
    sakit,anggota keluarga yang mengelilingi melihat saya telah siuman,
    mereka lantas memanggil dokter. "Pah, Mengapa ? Mengapa saya tidak
    dapat memanggilnya ?

    Dokter mendatangiku dan memeriksa, suster menyuntikkan sebuah serum ke
    dalam diriku, mempersilahkan orang lainnya untuk keluar terlebih dahulu.

    Ketika siuman kembali, yang terlihat adalah raut wajah yang sedih dari
    setiap orang, sebenarnya apa yang terjadi. Mengapa saya tidak dapat
    bersuara ? Ayah dengan sedihnya berkata : "Siao Min, dokter bilang
    syaraf Kamu mengalami luka, untuk sementara tidak dapat bersuara,
    lewat beberapa waktu akan membaik." "Saya tidak mau !" saya dengan
    berusaha memukul ranjang, membuka mulut lebar-lebar berteriak, tapi
    hanya merupakan sebuah protes yang tidak bersuara. Setelah kembali ke
    rumah, kehidupanku berubah. Suara telp yg didambakan sewaktu dulu,
    merupakan suara yang sangat menakutkan sekarang ini. Saya tidak lagi
    keluar rumah, juga menjadi seorang yang menyia-nyiakan diri, ayah
    mulai berpikir untuk pindah rumah. Dan dia? di belahan bumi yang
    lain, yang diketahui hanyalah saya telah membatalkan pertunangan kami,
    setiap telpon darinya tidak mendapatkan jawaban, setiap surat yang
    ditulisnya bagaikan batu yang tenggelam ke dasar lautan.

    Dua tahun telah berlalu, saya secara perlahan telah dapat keluar yang
    masa gelap ini, memulai hidup baru, juga mulai belajar bahasa isyarat untuk
    berkomunikasi dengan orang lain. Suatu hari, Siao Cien datang ke rumah
    merayakan ulang tahunku, serta memberitahu bahwa dia telah kembali,
    sekarang bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang insinyur. Saya
    berdiam diri, tidak mengatakan apapun. Mendadak bel pintu berbunyi,
    orang rumah karena suara bel yang berbunyi berulang-ulang dan
    terdengar tergesa-gesa, tidak tahu harus berbuat apa,akhirnya ayah
    menyeretkan langkah kakinya yang berat, pergi membuka pintu. Saat itu,
    di dalam rumah mendadak hening, dia telah muncul, berdiri di depan
    pintu rumahku. Dia mengambil napas yang dalam, dengan perlahan
    berjalan ke hadapanku, dengan bahasa isyarat yang terlatih, dia
    berkata: "Maafkan saya ! Saya terlambat satu tahun baru menemuimu,
    dalam satu tahun ini, Saya berusaha dengan keras
    untuk mempelajari bahasa isyarat, demi untuk hari ini, Tidak peduli
    kamu berubah menjadi apapun, selamanya kamu merupakan Orang yang
    paling kucinta.
    Selain kamu, saya tidak akan mencintai orang lain,Marilah kita menikah !"



    Dear friend,
    Cinta yang tulus tak terpengaruh oleh perubahan, yang ada hanyalah
    penerimaan tak perduli seberapa besar perubahan itu, cinta selalu dapat
    menerima dikala pasangan kita berubah , cobalah tengok ke belakang dan
    jujurlah bertanya ,apakah dia yang berubah atau kadar penerimaan kita
    yang menipis?

    " One day you will come to realize that you are simply an eternal
    essence in need of nothing except Love"

    -- dari seorang sahabat