ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • The Lost Day
  • Inti Sebuah Kehidupan
  • Surat Untuk Libby di Surga
  • True Love
  • Ayam dan Sapi
  • Tiga Nasehat Burung
  • Kisah Sederhana Yang Begitu Indah
  • Kisah Seorang Ibu
  • Nilai Kasih Ibu
  • Teman Sejati bukan Diukur Materi


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Thursday, April 22, 2004

    Menikmati kebahagiaan

    Menyimak kalimat demi kalimat dalam buku Being Happy -nya Andrew Matthews,terasa sederhana dan mudah untuk dilakukan. Namun niat yang kuat setelah membaca seringkali luntur manakala menghadapi persoalan nyata di dunia ini.

    Ternyata susah sekali menikmati kebahagiaan saat badan terasa sakit,
    pekerjaan tidak beres-beres juga, rumah bocor sehingga perlu diperbaiki
    sana sini, adik yang mengeluh karena tidak putus dari operasi satu ke
    operasi berikutnya, sakit hati mengingat perlakuan teman kantor, dan lain
    lain yang makin menambah daftar alasan untuk tidak bisa bahagia.

    Dengan menyadari tingkat kesulitan yang tinggi tersebut, maka setiap bangun
    pagi, mulai mendisiplinkan diri untuk memulai segala halnya dengan sesuatu
    yang positif. Pikiran diarahkan ke hal yang menggembirakan hati. Rasa jengkel melihat kerewelan anak-anak yang berebutan Play Station selama liburan sejak jam 6 pagi, dirubah dengan sikap ingin tau, ada apa sih dengan PS itu, koq sampai mereka ketagihan.
    Mengambil nilai positifnya: si kecil yang selama ini masih perlu diterapi untuk perkembangan bicaranya, semakin lancar karena bisa latihan berdebat dengan kakaknya, dan bisa bercerita tentang musuh-musuh di PS. Kelebihan lain adalah gerakan motorik halus dan kecepatan bereaksi menjadi meningkat dengan pesat.

    Saat suami merintih karena sakitnya, maka berusaha belajar bersikap telaten
    nyiapin alat tidur yang nyaman, nemenin ngobrol hal-hal yang belum sempat
    dibicarakan karena sedikitnya waktu. Anaknya pembantu usia ABG, yang saat diajak jalan-jalan di mal, tidak kunjung kelihatan batang hidung sampai malnya harus tutup, maka saya berusaha menikmati ngobrol dengan ibunya hal-hal lain diluar soal dapur. Sang ibu bahagia karena diperhatikan obrolannya, hati saya sendiri juga senang mendapatkan sisi lain dari hidupnya sehari-hari dan menyadari kurangnya perhatian saya.

    Sudut pandang.
    Salah satu kata kunci untuk menyikapi hal-hal yang terjadi, dan memilih hal
    yang membahagiakan.

    Ujung-ujungnya bersyukur karena satu hari telah lewat dengan penuh kebahagiaan. Rasanya setiap orang tersenyum dan siap membantu. Esok dinantikan dengan penuh harapan, karena pasti ada bahagia lain yang telah menunggu. Tak perlu menunggu bahwa kebahagiaan itu baru ada setelah kenaikan gaji, setelah rumah lunas, setelah anak-anak selesai sekolah, setelah tabungan berjibun, tapiiiiiii ternyata kebahagiaan itu ada di setiap waktu.

    Sumber: Menikmati Kebahagiaan - Pelita hatiku