ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Dialog Para Mujahid Kecil
  • Cinta dan Waktu ...
  • Kue dari Tuhan
  • Sekali Lagi .. Bolehkah Pacaran ???
  • Cinta Lelaki Mulia
  • Kata-Kata Kasar
  • Kisah Ma'iz dan Kekasihnya
  • Kuntum Cintanya ...
  • This ...
  • For3v3R n On3


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Tuesday, May 25, 2004

    Jika Waktu Itu Tiba...

    Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba dirumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung sholat.
    Sementara anak2 & istri sedang berkumpul diruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat dimuka saya. Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri didepanku.
    Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu.
    Sebelum sempat bertanya.....siapa dia...tiba2 saya merasa dada saya sesak... sulit untuk bernafas.... namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara..sebisanya......

    Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari
    dadaku......terus berjalan......kekerongkonganku....
    sakittttttttt........sakit........rasanya. Keluar airmataku
    menahan rasa sakitnya,.... oh tuhan ada apa dengan diriku..... dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi , benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku... kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi.
    Seolah tak mampu menahan benda tadi... badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras....mataku terbelalak..... air mataku seolah tak berhenti....tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan
    aku.

    Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....hilang dari pandangan. Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya. Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah,,,,tiba2
    terkejut berhamburan kearahku..
    Disitu aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat dibawah sofa yang kududuki tadi . badannya dingin kulitnya membiru. Siapa dia????????........ mengapa anak2 & istriku memeluknya sambil menangis...
    mereka menjerit...histeris ...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi... siapa dia.............???????? Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan..... dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...???????? Aku mencoba menarik tangan
    istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa ...Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku. Aku coba jelaskan kalau aku ada disini.. Aku mulai berteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku.........seolah mereka tak melihatku...

    Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku sadar...bahwa orang misterius tadi telah membawa roh ku.. Aku telah mati...aku telah mati. Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis..........berteriak......aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan untuk membimbing mereka. Tapi waktuku telah habis.......masaku telah terlewati........aku sudah tutup usia ....pada saat aku terduduk disofa setelah lelah seharian bekerja. Sungguh bila aku tau aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.

    Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum sholat. Ohh Tuhan, Jika kau ijinkan keadaanku masih hidup masih bisa membaca ini. sungguh aku amat sangat bahagia. Karena aku masih mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berjanji bila maut menjemputku kelak. aku telah berada pada keadaan yang siap.

    Sumber: Unknown et resonansi