ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Kekayaan, Kesuksesan & Kasih Sayang
  • Semoga ...
  • Kematian Al-Rantisi
  • Kesulitan, Jalan Kemudahan
  • Best Dewa ...
  • 10 Kualitas Pribadi yang Disukai
  • Ujian Socrates
  • engkau miliku, dan aku milikmu satu
  • Sweet Wish
  • Aku Menangis ...


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Thursday, July 29, 2004

    The Eyes Of Heart

    Ada sayembara menarik di sebuah kerajaan. Menarik, karena pemenang akan dinikahkan dengan puteri raja. Tak ada persyaratan khusus. Siapa pun boleh daftar. Kecuali, mereka yang sudah menikah.
     
    Setelah berlalu tenggat akhir pendaftaran, seleksi pun dilakukan. Mulai dari kesehatan jasmani, ruhani, kelayakan usia, wawasan, keterampilan bela diri, dan tentu saja moralitas. Dari sekian kali seleksi, terpilihlah sepuluh pemuda. Seterusnya, mereka akan dipilih langsung oleh tuan puteri. Siapa diantara mereka yang berkenan di hati puteri.


    Didampingi raja dan penasihat istana, puteri diperkenankan melihat langsung proses akhir seleksi. Satu per satu mereka diminta memaparkan keadaan diri secara jujur. Mereka pun diminta memperlihatkan wawasan politik, kemasyarakatan, hukum, pertahanan negara, dan ruang lingkup kehidupan rumah tangga.
     
    Saat itulah, tuan puteri tampak bingung. Tak mudah menilai seseorang. Apalagi seorang yang akan menjadi pendampingnya seumur hidup. Dengan berat hati, ia bertanya pada salah seorang penasihat. "Guru, dengan cara apa saya menilai mereka. Semuanya tampan. Semuanya cerdas. Dan semuanya tampak jujur dan tegar."


    Sosok tua yang berada tak jauh dari tuan puteri itu pun tampak mengangguk pelan. Matanya tetap terpejam. Senyum segar menghias wajahnya. "Anakku, tataplah mereka dengan mata hatimu. Jangan terpedaya oleh mata di wajahmu. Niscaya, akan kau temui seorang pemuda yang layak untukmu."

    ***

    Saudaraku, dunia memang senantiasa tampil dengan penuh tipu daya. Jerat-jeratnya begitu halus. Hingga seseorang tak lagi sadar kalau mutu hidupnya dalam bayang-bayang fatamorgana dunia. Saat itulah, ia tak lagi mampu menilai: mana baik dan buruk.

    Hidup ini adalah memilih. Akan terbentang luas aneka pilihan. Setiap saat, di hampir semua sisi kehidupan: ideologi, politik, ekonomi, hingga persahabatan dan perjodohan, memilih menjadi sebuah keharusan. Walau, semuanya tampak manis dan menawan.

    Mata pada wajah kadang tak mampu menangkap busuk-busuk di antara pilihan itu. Bahkan, pancaran cahaya Allah yang begitu terang pun kadang sedikit pun tak terlihat olehnya. Semuanya samar dan gelap.

    Hanya mata hati yang mampu menangkap itu. Hanya mata hati yang mampu memilah dan memilih: mana yang baik dan mana yang busuk; mana jalan lurus dan mana jebakan. Maha Benar Allah dengan Firman-Nya, "...Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (QS. 22: 46).