Kesulitan, Jalan Kemudahan
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu selalu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah : 5).
Harapan, itulah sesungguhnya yang menggerakkan manusia untuk menjalani hari-harinya. Dengan harapan, seseorang akan berani melalui segala kesulitan dan pengorbanan yang harus ditempuhnya pada saat ini, sebab ia menatap masa depan yang lebih baik. Harapan pula, yang membuat seseorang akan dapat bertahan dan menambah kesabaran dalam segala suatu yang saat ini dirasakannya sulit dan berat. Semakin besar harapan yang dilihatnya, semakin kokohlah langkah-langkahnya, semakin tinggi pula batas kesabaran yang dimilikinya.
Itulah sunnatullah! Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan. Kemudahan dan kebahagiaan itu didahului oleh usaha dan pengorbanan. Jalan ini, telah ditempuh oleh manusia-manusia terdahulu, ditempuh para Nabi, dijalani oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, dan oleh generasi shalihin setelahnya. Jalan itu, pun masih terbentang dihadapan kita. Jalan untuk meraih kesuksesan, untuk meraih kebahagiaan, tidak bisa dilalui hanya dengan angan-angan, do'a tanpa ikhtiar, harapan tanpa perjuangan.
Karena itulah, Allah SWT menegaskan, dibalik semua kesulitan dan penderitaan yang dialami, ada kemudahan dan kemenangan. Lihatlah pada harapan yang ada diujung perjuangan, maka usaha dan perjuangan itu akan terasakan nikmat.
Bagi seorang muslim, yang berpegang teguh dengan agama yang diyakininya, hidup yang dijalaninya adalah tangga menuju kebahagiaan dan kemenangan. Sepanjang jalan yang dilaluinya, ia merasakan kenikmatan dan kelapangan.
Allah SWT telah memberinya harapan, dengan sebaik-baik harapan. Kewajiban bagi dirinya, hanyalah untuk senantiasa meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, selebihnya Allah-lah yang akan membalas semua itu, dengan sebaik-baik balasan…
[resonansi]