ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Hanya Atas Kehendak-Nya
  • PINDAHAN LOH...
  • Photobucket
  • Gimana Sih Rasanya Ketemu Presiden ?
  • Pergi Untuk Kembali...
  • Di Surga Kita Kan Bersua
  • "Menanti Sebuah Jawaban"
  • "Cinta Sejati"
  • Kehidupan Tidak Selalu Manis
  • "Don't be afraid my beloved, i'll be right here wi...


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Monday, September 27, 2004

    Ujian Saringan Tiga Kali Lipat

    Di jaman Yunani kuno, Dr. Socrates, seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena memiliki pengetahuan yang sangat dijunjung tinggi. Suatu hari seseorang berjumpa dengan ahli filsafat terkemuka tersebut dan berkata," Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?"

    "Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali Lipat.""Saringan tiga kali lipat?" tanya pria tersebut.

    "Betul," lanjut Dr. Socrates. "Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang anda akan katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali Lipat.

    Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.
    Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?""Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda""Baiklah," kata Socrates. " Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.

    Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu : KEBAIKAN
    Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik ?""Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk""Jadi," lanjut Socrates, "anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar.

    Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, karena masih ada satu ujian lagi yang tersisa yaitu: KEGUNAAN
    Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya ?""Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut."Kalau begitu," simpul Dr. Socrates,"jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?"
    _______________
    * Renungan:
    Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali. Jadi sebelum berbicara, silahkan gunakan Saringan Tiga Kali Lipat.

    By: Uknown


    Sunday, September 26, 2004

    Every Day I Love You

    Karena kecintaan pada keluarga, ada sebagian kegiatan mereka yang harus saya ikuti secara agak intensif. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah ikut menikmati musik-musik mereka. Belakangan, ternyata saya menemukan kesenangan tersendiri. Sebagian lirik-lirik lagu kesenangan ABG ini, ternyata menggugah hati dan kalbu. Salah satunya adalah lagu Boyzone dengan judul Every Day I Love You.
    Saya kira, kegiatan mencintai setiap hari tidak hanya menjadi monopoli anak muda semata. Ia adalah fundamen paling dasar kehidupan setiap orang. Bedanya hanya terletak pada siapa dan apa yang dicintai saja. Anak muda mencintai pacar mereka. Kita yang sudah dewasa memiliki banyak sekali orang maupun hal yang layak untuk dicintai. Lebih-lebih bagi mereka yang hidup dengan the path of heart. Apa saja yang lewat di depan mata layak dan perlu untuk dicintai. Pohon yang rubuh layak untuk ditegakkan. Puntung rokok yang dibuang sembarangan perlu dipindahkan ke tempatnya. Keran air yang lupa dimatikan orang lain di tempat umum, tidak salah kalau dimatikan. Orang tua yang naik bus umum amat sopan kalau diberi kesempatan duduk. Memasuki sebuah pintu di tempat umum, akan lebih terhormat kalau memegangi pintu sambil mempersilahkan orang lain untuk lewat.

    Yang jelas, dengan sedikit kejernihan, hidup ini sebenarnya menghadirkan samudera dan langit luas tempat mengekspresikan cinta setiap saat. Keliru kalau ada orang banggapan bahwa hidupnya miskin cinta. Bagaimana bisa menyebut diri miskin cinta kalau setiap detik - sekali lagi setiap detik - hidup dalam samudera dan langit yang dipenuhi dengan cinta. Coba perhatikan lebih detail. Udara yang kita hirup adalah buah cinta. Makanan yang kita makan juga hasil dari cinta tulus ibu pertiwi. Air yang kita minum melalui siklus cinta tanpa pamrih. Rumah yang kita tempati, mobi lyang kita kendarai, jalan yang kita lalui semuanya adalah buah cinta. Kita lahir dari Ibu dan Bapak yang sesedikit apapun pasti mengenal cinta. Apa lagi rezeki, ia adalah bukti cinta Tuhan yang paling konkrit. Benangmerahnya, hidup dan kehidupan sebenarnya bergelimang cinta di mana-mana. Setiap bentuk unsur pembentuk hidup dan kehidupan sebenarnya mengandung cinta. Demikian juga dengan badan dan jiwa kita.
    Tantangannya, karena badan dan jiwa ini kompleks dan terdiri dari banyak sekali unsur, maka ada kalanya cinta menjadi unsur yang memimpin, ada saatnya ia dipimpin oleh kekuatan lain. Dinamika dalam diri, sebenarnyahasil tawar menawar antara cinta dengan unsur lainnya. Sebagaimana tawar menawar lainnya, ada saatnya cinta menang, ada kalanya ia kalah. Sehebat dan semurni apapun kehidupan seseorang, pasti saja pernah ditandai oleh tunduknya cinta pada kebencian misalnya.

    Persoalannya sekarang, bagaimana agar cinta bisa menjadi kekuatan yang lebih banyak menangnya dibandingkan dengan kalahnya ? Anda boleh berargumen lain, namun bagi saya selama jantung masih berdetak, tubuh dan jiwa ini akan selalu ditandai oleh dinamika antara cinta dan bukan cinta. Tidak akan pernah kita bisa membuat tubuh ini menjadi seratus persen cinta dan nol persen bukan cinta. Keduanya akan senantiasa menjadi penghuni kehidupan selamanya. Namun, sebagaimana pernah diyakini Confusius, kita bisa menempatkan cinta lebih banyak sebagai pemenang melalui kebiasaan-kebiasaan. Sebab, diri ini mirip dengan tanah liat yang kita bentuk melalui kebiasaan-kebiasaan. Bertolak dari sini, membuat hidup yang bergelimang cinta setiap hari sebagaimana lagu Boyzone sebenarnya bukan tidak mungkin. Ia mungkin dan bisa diwujudkan melalui kebiasaan-kebiasaan. Dan setiap detik kehidupan sebenarnya kesempatan untuk mewujudkan hidup yang bergelimang cinta.

    Persoalannya hanya dua, segera memulainya dan lakukan dengan penuh keseriusan. Tantangan dan godaan pasti akan hadir setiap saat dia mau datang. Namun, tempatkan tantangan dan godaan tadi sebagai bagian untuk memperkuat cinta, bukan sebaliknya.Anda boleh menyebut kehidupan seperti ini seperti neraka, tetapi saya menyebutnya sebagai benih-benih tumbuhnya cinta. Di mana bunga cinta yang indah dan harum, tidak tumbuh di atas bunga yang harum juga, melainkan tumbuh di atas tai sapi yang kerap berbau amat tidak sedap.

    Oleh: Gede Prama