ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Hanya Atas Kehendak-Nya
  • PINDAHAN LOH...
  • Photobucket
  • Gimana Sih Rasanya Ketemu Presiden ?
  • Pergi Untuk Kembali...
  • Di Surga Kita Kan Bersua
  • "Menanti Sebuah Jawaban"
  • "Cinta Sejati"
  • Kehidupan Tidak Selalu Manis
  • "Don't be afraid my beloved, i'll be right here wi...


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Monday, November 15, 2004

    Minal Aidin Wal Faidzin

    Kepada Seluruh Semua Semua ... teman-teman, sahabat, adik, kakak, handai toulan dimanapun, yang kenal dan pun tidak kenal aku... dengan keikhlasan dan kebersihan hati, ketulusan dan keagungan menyambut hari kemenangan ... saya mengucapkan ...

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1425 H
    Minal Aidin Wal Faidzin
    Mohon Maaf Lahir dan Batin
    Taqobalallahumina Waminkum

    Semoga segala Amal Ibadah kita diterima Allah Swt
    Semoga kita kembali fitri dihadapan Illahi
    Sebagai kita terlahir kembali ...

    Salam Rindu Ramadhan

    Aminn

    [ BLu3`Ic3 - Serpihan Mutiara - Jaka ]




    Tuesday, November 09, 2004

    : : : Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat : : :

    Setiap manusia menginginkan kesempurnaan dan kebahagian dalam segala aspek kehidupannya, baik secara lahir maupun secara batin. Secara lahir semua manusia menginginkan kesempurnaan dalam penciptaannya, tidak heran kalau semakin hari semakin banyak kita jumpai berbagai sarana untuk memperbaiki manusia secara lahir seperti alat –alat kecantikan sampai lembaga-lembaga kebugaran lainnya. Secara lahir manusia ingin kaya, mudah dalam segala-galanya serta menolak untuk hidup susah. Demikian juga secara batin, semua manusia menginginkan kebahagiaan batin, mereka menginginkan kedamaian serta ketenangan jiwa dalam mengarungi hidup di dunia ini. Tidak hanya sebatas di dunia, namun semua manusia menginginkan kebahagiaan di dunia ini juga kebahagiaan di akhirat nanti.

    Keinginan tersebut merupakan hal yang wajar dan manusiawi serta sesuai dengan fithrah diciptakannya manusia. Bahkan Rasulullah SAW selalu membaca doá sebagai berikut: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wafil-aakhirati hasanatan (Ya tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat), dalam sebuah hadits disebutkan bahwa doá ini merupakan salah satu doá yang paling sering dibacakan oleh baginda Rasulllah SAW.

    Banyak cara dan methode yang ditempuh oleh manusia untuk menggapai kebahagiaan hidupnya. Dari cara yang diajarkan oleh Allah SWT melalui para utusannya sampai cara yang mereka temukan sendiri. Secara lahir, kita menyaksikan manusia bekerja dengan berbagai pekerjaannya untuk mencapai kebahagiaan duniawi yang mereka inginkan. Secara batin, kita menyaksikan banyak manusia yang berusaha untuk mendapatkan ketenangan batinnya dengan berbagai cara pula.

    Sebagai seorang muslim yang telah memiliki pegangan dalam menjalani hidup di dunia ini, tentu Allah SWT sudah menyiapkan sarana tersendiri untuk membahagiakan para hambaNya. Tidak hanya kebahagian di dunia ini, tapi lebih penting lagi adalah untuk mencapai kebahagiaan setelah kehidupan dunia ini, kehidupan yang sebenarnya yang akan dihadapi oleh setiap hambaNya yaitu kehidupan akhirat.

    Dalam artikel sederhana ini, penulis mengajak kepada diri penulis sendiri dan juga kepada khalayak pembaca untuk bersama-sama berusaha mencari kebahagiaan dunia akhirat melalui ajaran dan tuntunan yang telah diajarkan dalam agama kita (Islam). Beberapa point yang penulis tulis dalam artikel ini mungkin bisa membuat kita bahagia di dunia dan akherat kelak. Penulis katakan beberapa point, karena masih banyak hal-hal lain yang telah diajarkan oleh agama kita dalam rangka menggapai kebahagiaan baik di dunia ini maupun di akherat kelak. Lebih-lebih bulan suci Ramadhan ini merupakan lembaga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas iman dan pribadi untuk menuju ketaqwaan sebagaimana yang diharapkan oeh setiap muslim sebagai hasil dari ibadah puasa selama sebulan ini.

    Beberapa point tersebut adalah sebagai berikut:

    Memperbaiki keyakinan kita kepada Allah SWT atau memperbaiki iman kita kepada Allah SWT. Di bulan suci ini hendaknya kita kembali melihat dan mengevaluasi sejauh mana keimanan kita kepada Allah SWT telah kita tanamkan dalam hati kita. Sudahkah kita betul-betul percaya kepada Allah SWT dan tidak menggantungkan kepada selainNya? Diantara bukti bahwa kita benar-benar beriman kepada Allah SWT adalah tidak adanya kesangsian atau keraguan kita kepada Allah SWT atas apa yang ditetapkan oleh Allah SWT kepada kita, baik berupa kebaikan ataupun sebaliknya. Kita percaya penuh bahwa semua itu merupakan kebaikan yang diberikanNya kepada kita dan dibalik itu semua mengandung hikmah dan pelajaran. Tidak ada rasa pesimis dalam menghadapi kehidupan ini dan semuanya kita hadapi dengan penuh keoptimisan dan keyakinan kepada Allah SWT. Ciri lain adalah adanya keinginan kuat dalam diri kita untuk meneladani Rasulullah SAW dalam segala aspek kehidupan, baik kehidupan kita sendiri, keluarga maupun masyarakat kita. Karena Rasulullah SAW merupakan utusan yang dikirim oleh Allah SAW untuk menuntun seluruh manusia agar selalu berada dalam garis-garis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dua ciri diatas merupakan konsekuensi dari syahadatain yang telah diikrarkan oleh setiap muslim yaitu pengakuan bahwa tiada tuhan selain Allah SWT dan Muhammad adalah utusan Allah SWT dan dua ciri tersebut juga merupakan hakekat dari pengakuan tersebut. Di bulan suci Ramadhan ini kita berharap dan berdoa agar Allah SWT memberi kita hakekat syahadatain sehingga kita benar-benar mengimani Allah SWT dan dapat melaksanakan semua tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Meningkatkan mutu dan kualitas shalat kita. Bulan suci Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat bagi kita untuk meningkatkan mutu dan kualitas shalat kita. Karena pada bulan suci ini kita dinjurkan untuk memperbanyak ibadah dan diantaranya adalah shalat. Standar shalat yang kita harapkan adalah shalatnya para sahabat dan para hamba-hamba Allah SWT yang sholeh, karena untuk mencapai shalatnya Nabi sulit bagi kita. Kita berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki shalat kita sehingga shalat tersebut tidak hanya berupa gerakan fisik tetapi memiliki bekas dan pengaruh bagi kehidupan kita.

    Dengan shalat yang sempurna kita mengharap bisa mendapatkan nur (cahaya) Allah SWT. Diantara kiat untuk mencapai kesempurnaan shalat adalah dengan mengetahui hakekat shalat itu sendiri. Bagaimana kita mengetahi hakekat shalat? Hakekat shalat dapat kita capai dengan mengkaji kembali makna shalat itu sendiri dengan sungguh-sungguh. Kiat lain untuk mencapai kesempurnaan shalat adalah dengan menyempurnakan wudhu dan tidak berwudhu dengan asal-asalan. Menyempurnakan wudhu merupakan langkah awal untuk meningkatkan mutu dan kualitas shalat kita. Di bulan suci Ramadhan ini kita berharap dan berdoá, semoga Allah SWT memberikan kita hakekat shalat dan kita mampu untuk melaksanakan shalat dengan mutu dan kualitas yang diharapkan oleh Allah SWT.

    Ilmu dan Dzikir. Tidak diragukan lagi bahwa ilmu adalah salah satu faktor terpenting untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akherat kelak sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: Barang siapa yang menginginkan dunia hendaklah dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan akherat maka hendaklah dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka hendaklah dengan ilmu. Perlu digaris bawahi disini, bahwa ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Apakah semua ilmu masuk dalam kategori ini? Itu semua kembali kepada pribadi yang memiliki ilmu tersebut.
    Pada hakekatnya semua ilmu bermanfaat bagi kita dan semuanya bisa mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Yang terpenting adalah bagaimana kita memotivasi diri kita untuk selalu belajar dan belajar agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bisa mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Demikian juga halnya dengan dzikir, dzikir adalah pekerjaan hati, dzikir adalah dengan selalu mengingat Allah SWT setiap saat dan dalam semua kondisi kita. Dzikir merupakan unsur penting untuk menggapai kebahagiaan dan ketenangan hati sebagai firman Allah SWT yang artinya: Ingatlah! Dengan mengingat Allah SWT hati akan tenang. Dengan mengingat Allah SWT maka Allah SWT juga akan selalu bersama kita dengan demikian pertolongan dan rahmat Allah SWT juga akan selalu tercurahkan kepada kita. Bulan suci Ramadhan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk meningkatkan volume dzikir kita kepada Allah SWT untuk kita teruskan nantinya diluar bulan Ramadhan. Dengan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan memperbanyak mengingat Allah SWT kita gapai kebahagiaan di dunia dan akherat.

    Menghormati sesama muslim. Menghormati sesama manusia apalagi sesama muslim merupakan kewajiban bagi setiap individu. Dengan adanya saling menghormati diantara muslim maka akan terjadi hubungan yang baik diantara sesama kaum muslimin dan ini merupakan langkah awal untuk menciptakan rasa damai dan aman di muka bumi. Apabila hubungan kita sesama muslim baik dan benar, maka akan baik dan benar pula hubungan kita dengan Allah SWT, dengan demikian Allah SWT akan ridho dengan kita. Keridhoan Allah merupakan kunci kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akherat. Di bulan suci Ramadhan ini kita berusaha untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama muslim dengan menghilangkan rasa dendam, iri, dengki, hasud dan permusuhan diantara ummat Islam dan kita berusaha untuk memperbaiki hubungan antar sesama kita sehingga hubungan baik dengan Allah SWT juga bisa kita raih.

    Memperbaiki niat. Niat merupakan pokok dari segala pekerjaan, untuk itu sebelum kita melangkah kita perlu memperbaiki niat kita agar amal dan pekerjaan kita tidak sia-sia belaka. Sudah merupakan kewajiban bagi seorang muslim untuk meniatkan semua yang ia lakukan untuk Allah SWT semata.
    Dengan demikian semua pekerjaan kita akan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT dan Allah SWT akan memberinya balasan dan pahala sebagai bekal bagi kita untuk menempuh kehidupan di akherat nanti. Dengan niat yang Ikhlas untuk Allah SWT dalam segala pekerjaan berarti kita telah menginvestasikan saham untuk kebahagiaan di akherat nanti.

    Berdakwah. Berdakwah atau mengajak orang lain untuk berbuat baik dan beibadah kepada Allah SWT merupakan salah satu kewajiban bagi seluruh ummat Islam. Ini merupakan tugas mulia yang harus diemban bagi setiap hamba Allah SWT. Berdakwah tidak hanya dengan cara memberikan ceramah di hadapan orang banyak, banyak cara bisa kita lakukan dalam rangka berdakwah. Berdakwah bisa melalui tulisan bahkan berdakwah dapat kita lakukan dengan memberi contoh yang baik kepada orang lain dan inilah yang disebut dengan dakwah bilhal.
    Dakwah dan mengajak orang lain untuk berbuat baik adalah tanggung jawab setiap muslim sebagai khalifah Allah di muka bumi ini.

    Menjaga kebersihan hati. Hati adalah sumber dari segala-galanya dalam hidup kita, agar kehidupan kita baik dan benar, maka kita perlu menjaga kebersihan hati kita. Jangan sampai hati kita kita kotori dengan hal-hal yang dapat merusak kehidupan kita apalagi sampai merusak kebahagiaan hidup kita di dunia ini dan di akherat nanti. Untuk menjaga kebersihan hati maka kita juga perlu untuk menjaga penglihatan, pendengaran, pikiran, ucapan kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan menjaga hal-hal tersebut kita dapat menjaga kebersihan hati kita. Dengan hati yang besih kita gapai kebahagiaan dunia dan akherat. Di bulan suci ini mari kita bersihkan hati kita dari segala kotorannya dengan memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak doá agar Allah SWT menganugrahkan kepada kita
    semua hati yang bersih dan selalu dekat denganNya.

    Itulah beberapa hal yang mungkin dapat kita jadikan landasan untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia ini dan juga sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan akherat nanti. Mudah-mudahan Allah SWT memberi kita kekuatan untuk bisa melaksanakannya sehingga kita bisa menjadi hambaNya yang bertaqwa. Amiin.

    Walahu a'lamu bisshawab.
    Oleh: Muhammad Dzaki Ismail


    Thursday, November 04, 2004

    Cinta Yang Sesungguhnya

    Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur...?
    Ketika kita menangis...?
    Ketika kita membayangkan...?
    Ketika kita berciuman..?
    Ini karena hal yang terindah di dunia tidak terlihat

    Kita semua agak aneh...dan hidup sendiri juga agak aneh. Dan
    ketika kita menemukan seseorang....
    Yang keunikannya sejalan dengan kita...
    Kita bergabung dengannya
    Dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yang di namakan "
    cinta "

    Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan...
    Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan..
    Tapi ingatlah...melepaskan bukan akhir dari dunia..
    Melainkan awal suatu kehidupan baru.

    Kebahagian ada untuk mereka yang menangis..
    Meraka yang tersakiti...
    Mereka yang telah mencari...
    Dan mereka yang telah mencoba..
    Karena merekalah yang bisa menghargai...
    Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

    Cinta yang agung ?
    Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli
    terhadapnya.
    Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu..
    kamu masih menungguhnya dengan setia..
    Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain,
    dan kamu masih bisa tersenyum, sembari berkata " aku turut
    berbahagia untukmu "

    Apabila cinta tidak berhasil bebaskan dirimu...
    Biarlah hatimu kembali melebarkan sayapnya
    Dan terbang ke alam bebas lagi
    Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
    kehilangannya.....
    Tapi ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
    bersamanya.....
    Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
    melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh...

    Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupanmu..
    Kamu belajar tentang dirimu sendiri...
    Dan menyadari....
    Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada....
    Hanya penghargaan abadi..
    Atas pilihan2x kehidupan yang telah kau buat

    Teman sejati mengerti ketika kamu berkata " aku lupa..."
    Menunggu selamanya ketika kamu berkata' tun! ggu sebentar..
    Tetap tinggal ketika kamu berkata ' tinggalkan aku sendiri...'
    Membuka pintu mesti kamu belum mengetuk...
    Dan berkata...' bolehkah aku masuk..?

    Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan...
    Melainkan bagaimana kamu memaafkan...
    Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan...
    Melainkan bagaimana kamu mengerti...
    Bukanlah apa yang kamu lihat...
    Melainkan apa yang kamu rasakan...
    Bukanlah bagaimana kamu melepaskan...
    Melainkan bagaimana kamu bertahan..

    Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati..
    Di bandingkan menangis tersedu-sedu..
    Air mata yang keluar dapat di hapus...
    Sementara air mata yang tersembunyi...
    Mengoreskan luka yang tidak pernah hilang..

    Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang..
    Tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kau tetap
    menang...
    Hanya karena kamu berbahagia...
    Dapat mencintai seseorang ...
    Lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri...

    Akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai
    seseorang...
    Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
    Melainkan karena kita menyadari...
    Bahwa orang itu akan lebih berbahagia, apabila kita
    melepaskannya

    Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang
    Jangan lepaskan dia..
    Jangan percaya bahwa melepaskan..
    Selalu berarti kamu benar-benar mencintai..
    Melainkan berjuanglah demi cintamu...
    itulah cinta yang sejati...

    Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan..
    Daripada berjalan bersama orang yang tersedia
    Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
    Daripada memaksa dengan yang ada di sekelilingmu..
    Lebih baik menunggu orang yang tepat..
    Karena hidup ini terlampau singkat untuk di buang
    Hanya dengan seseorang;

    Kadangkala orang yang paling kamu cintai...
    Adalah orang yang pernah menyakiti hatimu...
    Dan kadangkala, teman yang membawamu kedalam pelukannya..
    Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari..
    __________________
    by : unknown


    Tuesday, November 02, 2004

    Mencintai Sang Pemilik Cinta

    Pagi ini aku dapet artikel menarik tentang ... kembali tentang cinta .. dari buletin Studia, semoga bermanfaat...

    Kayaknya udah jadi "kesepakatan" umum kalo cinta itu bisa membuat hidup lebih hidup. Karena cinta konon kabarnya mengandung segala perasaan indah tentang kebahagiaan ( happiness ), menyenangkan ( comfort ), kepercayaan (trust ), persahabatan ( friendship ), dan kasih-sayang ( affection ).

    Menurut R. Graves dalam The Finding of Love , cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya sehingga terlihat indah. Jalaluddin Rumi juga pernah bersyair: "Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka menjelma anggur segar...". Itu sebabnya, nggak usah heran kalo naluri mencintai akan mendorong manusia untuk memenuhi keinginan cintanya itu.Orang yang jatuh cinta akan melakukan apa saja untuk menarik perhatian orang yang ia cintai (itu karena terlihat indah kali ye?).

    Kalo udah cinta, kata Gombloh, maaf nih, tahi kucing rasa coklat! (idih, itus ih indera perasanya udah error kali ya?). Ehm, tapi nggak salah juga. Ini sekadar idiom kok. Karena cinta seringkali buta. Why? Kalo VMJ alias Virus Merah Jambu udah menginfeksi hati kita, perasaannya kok inget terus sama si dia, pengennya ketemu terus, rindu terus ingin ngobrol, seharian nggak kirim SMS aja rasanya sakauw berat, pokoknya meski jauh jaraknya bukan halangan untuk komunikasi. Ehm, untuk menggambarkan itu seorang teman nulis puisi diinternet : "walau jarak kita bagai Matahari dan Pluto saataphelium / amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku" Huhuy!

    Seorang teman lain pernah bercerita bahwa ia tak sanggup untuk melupakan calonnya. Rasanya udah deket aja sambil merenda bahagia membina rumah tangga idaman. Kebetulan sang calon jauh di negeri orang dan komunikasi cuma bisa via jaringan internet. Eh, itu sih namanya meski jauh di mata, tapi dekat di Yahoo! Messenger (apalagi kalo pake webcam hehehe..)

    Cinta bisa juga tak pandang bulu (karena yang benar mungkin pandang tak jemukali ye? Ehm...). Tak pandang bulu bisa berarti kita mencintai siapa saja,dan dari kalangan mana saja. Nggak pilih-pilih. Karena semua berhak mendapatkan cinta. Namun jangan salah, meski cinta tak pandang bulu, tapibukan berarti juga kita dibutakan oleh cinta. Iya dong, kalo bayang si dia terlanjur lekat di hati, biasanya segala kesalahan dan kekurangannya cenderung kita abaikan. Waduh, berbahaya banget tuh. Padahal kata Ibnu Mas'ud ra, "Apabila kamu merasa kagum dengan seorang wanita, ingatlah kejelekan kejelekannya!"

    Duh.. kejam amat ya? Ah, nggak juga, karena manusia seringkali berubah-ubahdalam bersikap. Itu harus kita sadari juga. Bukan tak mungkin kan suatu saat orang yang kita cintai karena kita kagum akan kepandaiannya, karena kesholehannya, dan juga perangainya yang baik, suatu saat akan berbalik 180 derajat. Jadi, nggak usah rela dibutakan cinta. Artinya, sikapi aja dengan wajar sisi-sisi kemanusiannya yang lain selain sisi yang membuatmu kagum setengah hidup. Itulah pesan yang dikirimkan Ibnu Mas'ud kepada mereka yang sedang jatuh cinta. Betul?

    Sobat muda muslim, paparan di atas sebagai fakta aja, bahwa energi cinta bisa membuat 'penderitanya' berbunga-bunga, bahkan sering tanpa bisa membedakan mana cinta dan mana nafsu. Gawat kan? Nah, sekarang coba kita bandingan kecintaan kita kepada Allah Swt, Sang Pemilik Cinta. Jika memang sama-sama cinta, harusnya kan sama ya? Artinya, kecintaan kita kepada Allahpun akan mirip gejalanya dengan cinta kita kepada sesama makhlukNya. Meski tentu saja, mencintai Allah jauh lebih besar manfaat dan pahalanya. Karena Allah adalah Pemilik Cinta, dan sekaligus Pemberi Cinta kepada kita-kita sebagai makhlukNya.

    Bahkan Allah sudah memberikan sinyal kuat kepada kita dalam sebuah hadis Qudsy: "Kalau hambaKu mendekat sejengkal, Kusambut ia sehasta. Kalau ia mendekat sehasta, Kusambut ia sedepa. Kalau hambaKu datang padaKu berjalan, Kusambut ia dengan berlari…"

    Duh, betapa begitu besar cinta Allah kepada kita, hambaNya. Tidakkah ini membuat cinta kita lebih besar lagi kepada Allah Swt.? Hmm… rasanya kita perlu berlari untuk mendekat kepadaNya. Subhanallah .

    'Mencuri' Perhatian Allah

    Kalo dengan sang inceran kita biasa nyari-nyari perhatian, bisa curi pandang kalo kebetulan si dia ada di kelas, kenapa dengan Allah tidak bisa? Kalo dengan si dia yang udah mencairkan dinding es yang selama ini kita bangun, kita bisa begitu getol menjaga penampilan agar ia tetap merasa betah melihat kita, kenapa dengan Allah tidak bisa? Ah, rasanya nggak adil deh kalon jomplang begitu.

    Memang sih, Allah Maha Tahu apa yang kita lakuin, nggak perlu mencuri perhatianNya pun Allah tahu apa maksud kita. Ini sekadar ungkapan aja kalo kita pun bisa membuat Allah bahagia dengan apa yang kita perbuat. Aktivitas mulia penuh pahala dan taat syariatNya, udah cukup menarik perhatian Allah kepada kita untuk lebih sayang dan cinta kepada kita.

    Sobat muda muslim, kalo mau jujur, kita jarang banget mencuri perhatian Allah. Kalo benar kita cinta kepadaNya, seharusnya memang kita sering mencuri perhatianNya agar Dia suka kepada kita. Sebagaimana halnya kalo kita sering CPCP alias curi pandang cari perhatian dengan orang yang kita incer abis-abisan. Harapannya, tentu ketika beradu pandang atau ketika dia melihat penampilan dari pesona yang kita miliki bisa jatuh hati. Ya, ibarat memasang ranjau deh. Ehm, ati-ati aja kena batunya.

    Oya, pernah nggak kamu pdkt alias pendekatan sama seseorang yang mampu melelehkan hatimu? Hmm… deg-degan juga kan? Khawatir pendekatan kita nggak sempurna dan gagal mencuri perhatiannya. Segala daya dan upaya kita jajal, sambil berharap ia berpaling kepada kita. Asyik juga ya?

    Nah, bagaimana jika kita pdkt juga kepada Allah? Rasa-rasanya pasti lebih seru. Bener lho, orang yang melakukan pdkt jelas karena ada yang diharap kandari yang sedang didekati. Kita bisa mencoba deketan sama inceran, karena kita udah kadung jatuh hati karena pesonanya. Jadi, cinta juga memang memerlukan sebab, "kenapa jatuh cinta?".

    Sebaliknya, kalo sebab yang membuat kita cinta itu lenyap, maka kita nggak bakalan lagi jatuh cinta. Ibnul Qayyim menuliskan sebuah kaidah sederhana dalam kitab cinta yang sangat populer, Raudhah al - Muhibbin wa Nuzhahal - Musytaqin, "Cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab…"

    Sobat muda muslim, pertanyaannya sekarang, "Apakah ada sebab untuk mencintai Allah, sehingga kita perlu mencari perhatianNya?" Ehm, alasannya tentu ada dong sayang. Wong kepada makhlukNya aja kita bisa jatuh hati dan cinta setengah mati hanya karena melihat pesona yang dimiliknya. Entah gaya bicaranya, entah itu wajahnya, bisa juga karena kepintarannya, termasuk perangainya, pun karena bentuk fisik yang membuatmu jatuh cinta. Bener nggak seh?

    Nah, harus diakui bahwa Allah punya banyak pesona yang itu layak kita kagumi dan membuat kita lebih mencintaiNya, dan punya alasan bagi kita untuk bisa mencuri perhatain-Nya. Alasan sederhananya, karena Allah adalah pencipta semesta alam dan seluruh isinya, termasuk kita. Hmm… sangat elok tentunya kalo kita mencintaiNya.

    Bukan apa-apa, kalo kita sering kagum dan jatuh cinta dengan seseorang yang cerdas, maka Allah lebih harus kita kagumi dan cintai karena Dia yang menganugerahkan kecerdasan kepada orang yang kita anggap cerdas. Begitu pun kalo kita mengagumi seseorang yang punya wajah yang menggetarkan nurani kita, maka seharusnya kita berpikir lebih jauh, bahwa Allah layak lebih kita cintai karena Dia telah menciptakan orang yang kita anggap punya wajah yang enak dipandang mata itu.

    Menjadi Kekasih Allah

    Seorang tetangga pernah bilang kalo anaknya itu penurut, rajin, cinta dan berbakti kepada ortunya sepenuh hati. Sang tetangga tersebut karuan aja seneng bukan kepalang. Karena memang nikmat banget dicintai, dihargai, dan dihormati itu. Iya nggak?

    Nah, apalagi Allah. Kalo ortu kita bisa cemburu gara-gara kita lebih percaya dan mengikuti pendapat orang lain, Allah tentunya lebih 'cemburu' lagi kalo kita nggak mau mengamalkan syariatNya. Rasulullah saw. bersabda: "Wahai umat Muhammad. Demi Allah saat hamba laki-laki berzina, dan saat hamba perempuan berzina, tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah…" (HR Bukhari danMuslim)

    Dalam kisah yang sering kita dengar dan baca, Nabi Ibrahim begitu mencintai putranya. Luapan cinta yang tak tertahankan kepada putranya yang setelah puluhan tahun didambakannya. Ismail menjadi muara kehidupan bagi NabiI brahim. Namun, Allah menguji cintanya dengan menurunkan perintah untuk mengurbankan anaknya. Aduh, hati orang tua mana yang nggak remuk kalo perintahnya seperti ini. Tapi, Nabi Ibrahim berhasil lulus ujian tersebut. Terbukti ia lebih mencintai Allah dengan menjalankan perintahNya ketimbang mencintai anak dan keluarganya. Nabi Ibrahim ikhlas melakukannya. Subhanallah .

    Cinta kepada Allah itu mutlak, tiada sekutu bagiNya. FirmanNya:

    "Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia" (QS ali Imaran [3]: 18)

    Bahkan Allah memberi cap kafir kepada orang-orang yang menolak untuk menyembahNya. Allah berfirman:

    "Katakanlah: 'Ta`atilah Allah dan RasulNya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir'." (QS ali Imran [3]:32)

    Menjadi kekasih itu butuh pengorbanan. Tentu, agar cinta yang kita berikan kepada kekasih kita bermakna. Itu sebabnya, mencintai Allah pun memerlukan pengorbanan. Seorang tokoh sufi bernama Bayazid Bustami mengatakan: "Cinta adalah melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia besar; dan menganggap besar apa yang diperoleh kekasih, meskipun itu sedikit".

    Itu sebabnya, jangan heran kalo Rasulullah saw. berani menolak permintaan para gembong kafir Quraisy untuk menghentikan dakwahnya. Dengan kobaran cintanya yang menyala-nyala pada Allah Swt., Muhammad saw. mengatakan kepada pamannya: "Wahai pamanku, demi Allah seandainya matahari mereka letakkan ditangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa". Duh, hebat banget semangatnya.

    Selain berkorban, mereka yang mencintai Allah selalu bersyukur dan menerima terhadap apa-apa yang di berikan Allah. Bahkan ia akan selalu ridha terhadap Allah walaupun cobaan berat menimpanya.

    Dan jujur saja, kalo kita sedang jatuh cinta, menyebut namanya saja ada gejolak hebat di hati kita. Maka, jika Allah kita cintai, rasanya pantas jika kita pun bergetar menyebut namaNya. Firman Allah Swt.:

    "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal," (QS al-Anfaal [8]: 2)

    Sobat muda muslim, yuk kita cintai Allah dengan sepenuh hati. Tunjukkan cinta kita kepadaNya dengan mentaati seluruh syariatNya. Amalkan seluruh perintahNya, jauhi seluruh laranganNya. Insya Allah kita bisa kok. Yakin sajalah. Wallahu'alam bishshowwab. [solihin]

    Buletin Studia, Edisi 215/Tahun ke-5 (4 Oktober 2004)


    Monday, November 01, 2004


    I live beneath the heart
    I watch you from the dark
    I'm every breath I'm every dream
    I've known you forever
    I've followed you everywhere
    I'm every scar I'm who you are
    When you think you're alone
    When you cry cos the world's unfair
    You can rest assured I'm always there

    Even when you feel like you don't belong
    Even when you fall and it all goes wrong
    You know that I'm with you
    That I'm with you all the time

    Say a little prayer for the restless heart
    We shall never ever drift apart
    Know that I'm with you
    Know that I'm with you
    With you all the time

    I'm walking round the room
    I'm laughing when you smile
    And when you cry I cry too
    I made you a promise
    That I shall forever keep
    You're on your own but not alone
    When you're down and you're out
    And the world tells you no-one cares
    You can rest assured I'm always there

    Even when you feel like you dont belong
    Even when you fall and it all goes wrong
    You know that I'm with you
    That I'm with you all the time

    Say a little prayer for the restless heart
    We shall never ever drift apart
    Know that I'm with you
    Know that I'm with you
    With you all the time

    Save a little love for me
    You'll see
    Save a little love for me
    You'll see
    Save a little love for me
    You'll see
    And you'll see

    Even when you feel like you dont belong
    Even when you fall and it all goes wrong
    You know that I'm with you T
    hat I'm with you all the time

    Say a little prayer for the restless heart
    We shall never ever drift apar
    Know that I'm with you
    Know that I'm with you
    With you all the time

    You know that I'm with you
    That I'm with you all the time

    Say a little prayer for the restless heart
    We shall never ever drift apart
    Know that I'm with you
    Know that I'm with you
    With you all the time ...

    by : Gareth Gates ...
    ______________________________
    to my dear ...