ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • "Don't be afraid my beloved, i'll be right here wi...
  • :: Penjara Jiwa
  • Garis Hidup Anda ...
  • Yang Terbaik ...
  • p u p u s
  • Cinta, Untuk Ayah ...
  • :: Ulang Tahun
  • Hepi Beddai To Mi
  • :: Refreshing ...
  • "rasa dan asa" itu ada


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Wednesday, May 11, 2005

    Kehidupan Tidak Selalu Manis

    Dalam Kehidupan kadang kita tidak bisa memilih kehidupan yang selalu manis.

    Enak sekali kayaknya ya, kalau hidup ini selalu untung, selalu bahagia, selalu manis. Rasanya engga bakal ada kesedihan, engga bakal ada kesusahan. Yah, tapi apa boleh buat, kita masih manusia. Bukan kita yang mengatur kehidupan kita ini, melainkan Dia, Allah Sang Pengatur Tunggal alam semesta beserta isinya. Kita ciptaan-Nya, dan Dia Pencipta kita. Kalau saja kita diberi hak penuh mengatur, tentu kita sudah stel aturan agar kita hidup manis terus.

    Saudara, salah satu sifat manusia adalah lupa diri. Hidup selalu enak akan membuat orang mudah lupa diri. Hidup selalu berhasil akan membuat orang mudah sombong. Kenyataan inilah yang kadang membuat kesusahan ternyata diperlukan. Untuk mengajarkan bahwa kita masih manusia, bukan Tuhan. Sehingga tidak pantas lupa diri, tidak pantas menyombongkan diri.

    Meski demikian, kita diberi-Nya hak untuk mengajukan proposal kehidupan. Apa yang kita inginkan dalam kehidupan ini, juga tergantung dengan diri kita sendiri. Kita ingin senang, jalani kehidupan orang-orang yang diberi-Nya kesenangan. Kita ingin bahagia, jalani kehidupan sebagaimana orang-orang yang bisa meraih kebahagiaan. Kita ingin hidup enak, tiru, contoh, orang-orang yang karena perjuangannya hidupnya jadi enak. Silahkan coba-coba mengedepankan hawa nafsu, silahkan tanam perasaan dengki, iri, hasad dan hasud, silahkan kembangkan otak ngeres, pikiran kotor, kita toh sudah tahu apa akibatnya di kemudian hari.

    Kata orang tua, Allah memang punya hak prerogative untuk menentukan merah birunya kehidupan seseorang. Tapi meski begitu, Dia tidak akan sewenang-wenang. Si A diberi hanya kesusahan, sedang si B diberi-Nya kesenangan. Adalah tergantung orangnya dan tergantung keadaan lingkungannya Allah akan memberi. Jadi sebenarnya manis tidaknya kehidupan ini kita bisa memilih.

    Terkait dengan kemuliaan dan kehinaan, maka kita beroleh jawaban sederhana, kitalah yang memilih, mau hidup mulia atau hidup hina. Tuhan mah tinggal meng-acc saja.

    Dan kaitannya dengan kehidupan yang tidak selalu manis, kita telah tahu bahwa semua ini ada yang mengatur, dan kita juga tahu bahwa yang mengatur kehidupan kita adalah Allah.

    “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari. Kemudian Dia berkuasa atas arsy. Tiada bagi kamu pelindung dan penolong selain Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran ? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi..” (As-Sajdah: 4-5).

    Lantas kalau kita sudah tahu bahwa yang mengatur adalah Allah, kita juga harus tahu dan meyakini bahwa tidak ada aturan yang Allah atur, tidak ada ketetapan yang Allah tetapkan, kecuali ia adalah kebaikan bagi kita. Sehingga apapun jalan kehidupan yang kita jalani kita bisa menerimanya dengan ikhlas. Sebab kita yakin, Dia tentu tidak akan pernah berkehendak untuk mencelakakan kita. Semua yang akan terjadi kadang adalah permainan pikiran kita. Kita sudah takut duluan akan hal yang belum terjadi, kita sudah sering dibayang-bayangi perasaan jelek, pikiran jelek. Akhirnya ketakutan itulah yang bakal terjadi dan juga kejelekan yang kita yakini. Maka, penting bagi siapa saja ‘tuk meyakini apapun selalu dari sisi yang baik-baik saja, selalu positif, sehingga akan membuat apapun menjadi baik dan positif juga.

    Oleh : Yusuf Mansur (Milis Lentera Hati)