ENi6Ma

"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."

This Real Me



Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com

PreViOus

  • Hanya Atas Kehendak-Nya
  • PINDAHAN LOH...
  • Photobucket
  • Gimana Sih Rasanya Ketemu Presiden ?
  • Pergi Untuk Kembali...
  • Di Surga Kita Kan Bersua
  • "Menanti Sebuah Jawaban"
  • "Cinta Sejati"
  • Kehidupan Tidak Selalu Manis
  • "Don't be afraid my beloved, i'll be right here wi...


  • ArChieVe

  • November 2003
  • December 2003
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • October 2005

  • Links

    My Friendster BloG
    Situs Ku
    Berita Harian
    Koran Jogja
    Portal Jogja
    eMail Ku
    Cari Berita
    Koran Jateng
    Angkringan Ku
    Blog Aku
    Picture Perfect
    Pabrik Skin
    Hosting Ku

    Layout By "Yiling" Thanks Very Much

    Friends


    Said To Me

    Name :
    Web URL :
    Message :

    CreDits

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Powered by Blogbugs

    Komunitas Angkringan Jogjakarta

    Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com



    Site Meter

    Saturday, June 25, 2005

    Gimana Sih Rasanya Ketemu Presiden ?

    Eh...
    Gimana sih rasanya orang bawah kayak kita2 ini ketemu presiden? Agak2 gimanaa gitu kali ya. Kayak sayah pagi ini. Barusan Konvoi Presiden lewat depan warnet, wuih ... pas mobilnya pak SBY, beliau melambai keluar... kok kayak gimana gitu rasanya. Padahal barusan lagi main2 di kompie client, eh ga tahu napa kok rasa2 pengen keluar, loh .. sampe luar ada pak SBY lewat ... gimana coba .. itu aja baru dapet lambaian, blom kalo ketemu, mungkin nggak ya. Hahahah, mimpi kaleeee ... ngga napa2 sih, kayaknya sayah masih turunannya beliau, soale nama depanku kan dipake juga ma beliau, kalo aja mewarisi nama keluarga, hakakaka .. ngaco*

    Huehehe .. just story of the day... "ngayal"...
    Dah ah, lanjut browsing ...

    btw* ada apa yak Bapak pulang ke rumah sini .. hihi...


    Tuesday, June 21, 2005

    Pergi Untuk Kembali...

    This Night ... you're gone ...
    i'm so sad ... sedih ... but i'm sure, u will be back again,
    n we must met again at other time ...
    i'll miss u dear, everyday, everytime...
    i'll miss u...

    ----------------------------------

    Pergi Untuk Kembali
    Ello..


    Walaupun langit pada malam itu
    Bermandikan cahaya bintang
    Bulanpun bersinar betapa indahya
    Namun menambah kepedihan oh

    Ku akan pergi meninggalkan dirimu
    Menyusuri liku hidupku
    Janganlah kau bimbang dan janganlah kau ragu
    Berikan senyuman padaku

    Selamat tinggal kasih
    Sampai kita jumpa lagi
    Aku pergi takkan lama
    Hanya sekejap saja
    Ku akan kembali lagi
    Asalkan engkau tetap menanti

    ------------------------------

    Baby When You're Gone
    Bryan Adams


    I've been wandering around the house all night
    wondering what the hell to do
    Yeah, I'm trying to concentrate but all I can think of is you
    well the phone don't ring 'cause my friends ain't home
    I'm tired of being all alone
    Got the tv on 'cause the radio's playing
    songs that remind me of you

    Baby when you're gone, I realize I'm in love
    days go on and on, and the nights just seem so long
    Even food don't taste that good, drink ain't doing what it should
    things just feel so wrong, baby when you're gone

    I keep driving up and down these streets
    trying to find somewhere to go
    Yeah i'm looking for a familiar face, but there's no one I know
    oh, this is torture, this is pain, it feels like I'm gonna go insane
    I hope you're coming back real soon, 'cause i don't know what to do


    Baby when you're gone, I realize I'm in love
    days go on and on, and the nights just seem so long
    Even food don't taste that good, drink ain't doing what it should
    things just feel so wrong, baby when you're gone

    Baby when you're gone, I realize I'm in love
    days go on and on and the nights just seem so long
    Even food don't taste that good, drink ain't doing what it should
    things just feel so wrong, baby when you're gone

    ----------------------------
    ku kan terus menunggu
    sampailah tiba saatnya
    dan berdo'a .. untukmu ...

    miss yaa...


    Di Surga Kita Kan Bersua

    Dari Rajâ` bin ‘Umar an-Nakha’iy, dia berkata,
    “Di Kufah ada seorang pemuda berparas tampan, sangat rajin beribadah dan sungguh-sungguh. Dia juga termasuk salah seorang Ahli Zuhud. Suatu ketika, dia singgah beberapa waktu di perkampungan kaum Nukha’ lalu –tanpa sengaja- matanya melihat seorang wanita muda mereka yang berparas elok nan rupawan. Ia pun tertarik dengannya dan akalnya melayang-layang karenanya. Rupanya, hal yang sama dialami si wanita tersebut. Pemuda ini kemudian mengirim utusan untuk melamar si wanita kepada ayahnya namun sang ayah memberitahukannya bahwa dia telah dijodohkan dengan anak pamannya (sepupunya). Kondisi ini membuat keduanya begitu tersiksa dan teriris.

    Lalu si wanita mengirim utusan kepada si pemuda ahli ibadah tersebut berisi pesan, ‘Sudah sampai ke telingaku perihal kecintaanmu yang teramat dalam kepadaku dan cobaan ini begitu berat bagiku disertai liputan perasaanku terhadapmu. Jika berkenan, aku akan mengunjungimu atau aku permudah jalan bagimu untuk datang ke rumahku.’ Lantas dia berkata kepada utusannya itu, ‘Dua-duanya tidak akan aku lakukan. Dia kemudian membacakan firman-Nya, ‘Sesungguhnya aku takut siksaan pada hari yang agung jika berbuat maksiat kepada Rabbku.’ (Q.s.,az-Zumar:13) Aku takut api yang lidahnya tidak pernah padam dan jilatannya yang tak pernah diam.’

    Tatkala si utusan kembali kepada wanita itu, dia lalu menyampaikan apa yang telah dikatakan pemuda tadi, lantas berkatalah si wanita,
    ‘Sekalipun yang aku lihat darinya dirinya demikian namun rupanya dia juga seorang yang amat zuhud, takut kepada Allah? Demi Allah, tidak ada seorang pun yang merasa dirinya lebih berhak dengan hal ini (rasa takut kepada Allah) dari orang lain. Sesungguhnya para hamba dalam hal ini adalah sama.’

    Kemudian dia meninggalkan gemerlap dunia, membuang semua hal yang terkait dengannya, mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu (untuk menampakkan kezuhudan) dan berkonsentari dalam ibadah. Sekalipun demikian, dia masih hanyut dan menjadi kurus kering karena cintanya terhadap si pemuda serta perasaan kasihan terhadapnya hingga akhirnya dia meninggal dunia karena memendam rasa rindu yang teramat sangat kepadanya.

    Sang pemuda tampan pun sering berziarah ke kuburnya. Suatu malam, dia melihat si wanita dalam mimpi seolah dalam penampilan yang amat bagus, seraya berkata kepadanya, ‘Bagaimana kabarmu dan apa yang engkau temukan setelahku.?’ Si wanita menjawab,
    Sebaik-baik cinta, adalah cintamu wahai kekasih
    Cinta yang menggiring kepada kebaikan dan berbuat baik

    Kemudian dia bertanya lagi, ‘Ke mana kamu akan berada.?’ Dia menjawab,
    Ke Kenikmatan dan hidup yang tiada habisnya...
    Di surga nan kekal, milik yang tak pernah punah...

    Dia berkata lagi kepadanya, ‘Ingat-ingatlah aku di sana karena aku tidak pernah melupakanmu.’ Dia menjawab, ‘Demi Allah, akupun demikian. Aku telah memohon Rabbku, Mawla -ku dan kamu, lantas Dia menolongku atas hal itu dengan kesungguhan.’ Kemudian wanita itupun berpaling. Lantas aku berkata kepadanya, ‘Kapan aku bisa melihatmu.?’ Dia menjawab, ‘Engkau akan mendatangi kami dalam waktu dekat.’

    Rupanya benar, pemuda itu tidak hidup lama lagi setelah mimpi itu, hanya tujuh malam. Dan, setelah itu, dia pun menyusul, berpulang ke rahmatullah. Semoga Allah merahmati keduanya.

    (Sumber: al-Maw’id Jannât an-Na’îm karya Ibrâhîm bin ‘Abdullah al-Hâzimy, ha.14-15, sebagai yang dinukilnya dari bukunya yang lain berjudul Man Taraka Syai`an Lillâh ‘Awwadlahullâh Khairan Minhu)