"Suatu waktu, mutiara di dalam genggaman, bergetar dan kemudian jatuh, pecah dan menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia adalah Mutiara, bagaimanapun dia tetap berkilau, dan sempurna sebagai intan permata. Bagaimanapun dia .. adalah mutiara harapanku."
This Real Me
Name : Jaka,-
Nicks : BLu3`Ais-
On Blog : Serpihan Mutiara
On IRC : #heartbeatstation
Age : 22
Work at : Internet Specs
Birthday : 4 March
Place : Jogja City
Mobile : +62817270xxx
ICQ : 122081318
YM ID : blue_indiego
fs : blueais@gmail.com
Eh... Gimana sih rasanya orang bawah kayak kita2 ini ketemu presiden? Agak2 gimanaa gitu kali ya. Kayak sayah pagi ini. Barusan Konvoi Presiden lewat depan warnet, wuih ... pas mobilnya pak SBY, beliau melambai keluar... kok kayak gimana gitu rasanya. Padahal barusan lagi main2 di kompie client, eh ga tahu napa kok rasa2 pengen keluar, loh .. sampe luar ada pak SBY lewat ... gimana coba .. itu aja baru dapet lambaian, blom kalo ketemu, mungkin nggak ya. Hahahah, mimpi kaleeee ... ngga napa2 sih, kayaknya sayah masih turunannya beliau, soale nama depanku kan dipake juga ma beliau, kalo aja mewarisi nama keluarga, hakakaka .. ngaco*
Huehehe .. just story of the day... "ngayal"... Dah ah, lanjut browsing ...
btw* ada apa yak Bapak pulang ke rumah sini .. hihi...
by BlueIce at 6/25/2005 10:17:00 AM
|
Tuesday, June 21, 2005
Pergi Untuk Kembali...
This Night ... you're gone ... i'm so sad ... sedih ... but i'm sure, u will be back again, n we must met again at other time ... i'll miss u dear, everyday, everytime... i'll miss u...
----------------------------------
Pergi Untuk Kembali Ello..
Walaupun langit pada malam itu Bermandikan cahaya bintang Bulanpun bersinar betapa indahya Namun menambah kepedihan oh
Ku akan pergi meninggalkan dirimu Menyusuri liku hidupku Janganlah kau bimbang dan janganlah kau ragu Berikan senyuman padaku
Selamat tinggal kasih Sampai kita jumpa lagi Aku pergi takkan lama Hanya sekejap saja Ku akan kembali lagi Asalkan engkau tetap menanti
------------------------------
Baby When You're Gone Bryan Adams
I've been wandering around the house all night wondering what the hell to do Yeah, I'm trying to concentrate but all I can think of is you well the phone don't ring 'cause my friends ain't home I'm tired of being all alone Got the tv on 'cause the radio's playing songs that remind me of you
Baby when you're gone, I realize I'm in love days go on and on, and the nights just seem so long Even food don't taste that good, drink ain't doing what it should things just feel so wrong, baby when you're gone
I keep driving up and down these streets trying to find somewhere to go Yeah i'm looking for a familiar face, but there's no one I know oh, this is torture, this is pain, it feels like I'm gonna go insane I hope you're coming back real soon, 'cause i don't know what to do
Baby when you're gone, I realize I'm in love days go on and on, and the nights just seem so long Even food don't taste that good, drink ain't doing what it should things just feel so wrong, baby when you're gone
Baby when you're gone, I realize I'm in love days go on and on and the nights just seem so long Even food don't taste that good, drink ain't doing what it should things just feel so wrong, baby when you're gone
---------------------------- ku kan terus menunggu sampailah tiba saatnya dan berdo'a .. untukmu ...
miss yaa...
by BlueIce at 6/21/2005 10:32:00 PM
|
Di Surga Kita Kan Bersua
Dari Rajâ` bin ‘Umar an-Nakha’iy, dia berkata, “Di Kufah ada seorang pemuda berparas tampan, sangat rajin beribadah dan sungguh-sungguh. Dia juga termasuk salah seorang Ahli Zuhud. Suatu ketika, dia singgah beberapa waktu di perkampungan kaum Nukha’ lalu –tanpa sengaja- matanya melihat seorang wanita muda mereka yang berparas elok nan rupawan. Ia pun tertarik dengannya dan akalnya melayang-layang karenanya. Rupanya, hal yang sama dialami si wanita tersebut. Pemuda ini kemudian mengirim utusan untuk melamar si wanita kepada ayahnya namun sang ayah memberitahukannya bahwa dia telah dijodohkan dengan anak pamannya (sepupunya). Kondisi ini membuat keduanya begitu tersiksa dan teriris.
Lalu si wanita mengirim utusan kepada si pemuda ahli ibadah tersebut berisi pesan, ‘Sudah sampai ke telingaku perihal kecintaanmu yang teramat dalam kepadaku dan cobaan ini begitu berat bagiku disertai liputan perasaanku terhadapmu. Jika berkenan, aku akan mengunjungimu atau aku permudah jalan bagimu untuk datang ke rumahku.’ Lantas dia berkata kepada utusannya itu, ‘Dua-duanya tidak akan aku lakukan. Dia kemudian membacakan firman-Nya, ‘Sesungguhnya aku takut siksaan pada hari yang agung jika berbuat maksiat kepada Rabbku.’ (Q.s.,az-Zumar:13) Aku takut api yang lidahnya tidak pernah padam dan jilatannya yang tak pernah diam.’
Tatkala si utusan kembali kepada wanita itu, dia lalu menyampaikan apa yang telah dikatakan pemuda tadi, lantas berkatalah si wanita, ‘Sekalipun yang aku lihat darinya dirinya demikian namun rupanya dia juga seorang yang amat zuhud, takut kepada Allah? Demi Allah, tidak ada seorang pun yang merasa dirinya lebih berhak dengan hal ini (rasa takut kepada Allah) dari orang lain. Sesungguhnya para hamba dalam hal ini adalah sama.’
Kemudian dia meninggalkan gemerlap dunia, membuang semua hal yang terkait dengannya, mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu (untuk menampakkan kezuhudan) dan berkonsentari dalam ibadah. Sekalipun demikian, dia masih hanyut dan menjadi kurus kering karena cintanya terhadap si pemuda serta perasaan kasihan terhadapnya hingga akhirnya dia meninggal dunia karena memendam rasa rindu yang teramat sangat kepadanya.
Sang pemuda tampan pun sering berziarah ke kuburnya. Suatu malam, dia melihat si wanita dalam mimpi seolah dalam penampilan yang amat bagus, seraya berkata kepadanya, ‘Bagaimana kabarmu dan apa yang engkau temukan setelahku.?’ Si wanita menjawab, Sebaik-baik cinta, adalah cintamu wahai kekasih Cinta yang menggiring kepada kebaikan dan berbuat baik
Kemudian dia bertanya lagi, ‘Ke mana kamu akan berada.?’ Dia menjawab, Ke Kenikmatan dan hidup yang tiada habisnya... Di surga nan kekal, milik yang tak pernah punah...
Dia berkata lagi kepadanya, ‘Ingat-ingatlah aku di sana karena aku tidak pernah melupakanmu.’ Dia menjawab, ‘Demi Allah, akupun demikian. Aku telah memohon Rabbku, Mawla -ku dan kamu, lantas Dia menolongku atas hal itu dengan kesungguhan.’ Kemudian wanita itupun berpaling. Lantas aku berkata kepadanya, ‘Kapan aku bisa melihatmu.?’ Dia menjawab, ‘Engkau akan mendatangi kami dalam waktu dekat.’
Rupanya benar, pemuda itu tidak hidup lama lagi setelah mimpi itu, hanya tujuh malam. Dan, setelah itu, dia pun menyusul, berpulang ke rahmatullah. Semoga Allah merahmati keduanya.
(Sumber: al-Maw’id Jannât an-Na’îm karya Ibrâhîm bin ‘Abdullah al-Hâzimy, ha.14-15, sebagai yang dinukilnya dari bukunya yang lain berjudul Man Taraka Syai`an Lillâh ‘Awwadlahullâh Khairan Minhu)